Mirisnya Nasib Perempuan India yang Diperkosa Ramai-ramai karena Dituduh Makan Daging Sapi

  • Rabu, 14 September 2016 16:40 WIB

Mirisnya Nasib Perempuan India yang Diperkosa Ramai-ramai karena Dituduh Makan Daging Sapi

Intisari-Online.com - Di India, terlebih bagi pemeluk Hindu, sapi adalah binatang yang suci, dan karenanya tak dianjurkan untuk memakan dagingnya. Meski demikian, tak semestinya larangan ini melegitimasi kebejatan sekelompok orang terhadap orang lainnya, terlebih kepada perempuan. Apalagi itu masih sebatas tuduhan.

Dilaporkan BBC, seorang perempuan India diperkosa ramai-ramai oleh sekelompok orang setelah dituduh menyantap daging sapi. Tak hanya si perempuan dari sebuah distrik di negara bagian Haryana, tapi juga sepupunya. Para pemerkosa sebelumnya menuduh kedua perempuan Muslim tersebut telah menyantap daging sapi, yang disangkal oleh pasangan kakak beradik itu.

“Mereka (para pelaku) mengatakan, kami makan daging sapi dan karena itulah kami dipermalukan (diperkosa),” kata perempuan itu kepada BBC. “Mereka bahkan mengancam akan membunuh saya dan keluarga saya jika memberi tahu kepada siapapun tentang yang terjadi pada kami.”


Di rumah inilah perempuan malang itu diperkosa/BBC 

Tak sekadar memperkosa, korban menambahkan, para lelaki itu juga memukuli paman dan bibinya hingga meninggal dunia di rumah mereka di kawasan Mewat, daerah yang didominasi penduduk Muslim. Sementara itu, polisi mengatakan, para terduga pelaku sudah ditangkap. Mereka sudah dijerat dakwaaan melakukan perkosaan dan pembunuhan.


Aksi pemerkosaan itu tentu saja memicu amarah beberapa orang di distrik tersebut/BBC 

Meskipun perkosaan diduga terjadi dua pekan lalu, berita kejadian tersebut baru tersebar beberapa hari belakangan. Seperti disinggung di awal, umat Hindu di India memandang sapi sebagai binatang suci dan penyembelihan binatang tersebut dilarang di sejumlah negara bagian, termasuk di Haryana.




(Kompas.com) 

Reporter : Moh Habib Asyhad
Editor : Moh Habib Asyhad

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×