Indonesia Dianggap Sebagai Militer Terkuat ke-16 Dunia, Terkuak Ini Deretan Senjata Tempur yang Dimiliki Indonesia, Apa Saja?

Muflika Nur Fuaddah
Muflika Nur Fuaddah

Editor

Militer Indonesia. (ilustrasi) militer paling kuat di Asia Tenggara
Militer Indonesia. (ilustrasi) militer paling kuat di Asia Tenggara

Intisari-Online.com - Kabar gembira kali ini datang dari surveyGlobal Fire Power (GFP) 2021 yang menempatkan kekuatan militer Indonesia pada peringkat 16.

Posisi Indonesia ini mengalahkan sejumlah negara lain sepertiSpanyol, Australia, dan Israel yang masing-masing bertengger di posisi 18, 19, dan 20.

Tak hanya sampai di situ, Indonesia juga menjadi negara dengan kekuatan militer terkuat di ASEAN, melampaui Singapura di posisi 40.

Baca Juga: Inilah Penarikan Diri Pasukan Secara Besar-besaran Sepanjang Sejarah Militer, dari Zaman Kuno Hingga Perang Dunia Kedua, Termasuk Pendudukan Afghanistan, Berhasilkan Strategi Ini?

Meski begitu, belum tentu ranking ini sesuai dengan aslinya.

Pasalnya, data hanya diambil darianalisis GFP saja.

Kekuatanmiliter Indonesia didukung dengan beragam Alutsista andalan TNI AD, TNI AL dan TNI AU.

Melansir Kompas.com, berikut Alutsista Ampuh Milik TNI:

Baca Juga: Sesumbar Sebut Ingin Pisah Darah dari NKRI, Faktanya Timor Leste Sudah Merengek Minta Bantuan Militer Indonesia Hanya Sesaat Setelah Merdeka, Sampai Relakan Objek Vital Ini

1. Rudal RBS-15 MK3

Selain tank, jet tempur, kapal perang, dan helikopter, Indonesia juga memiliki rudal anti-kapal RBS-15 MK3.

Rudal ini dikembangkan oleh Saab Bofors Dynamics, Swedia dan Diehl BGT Defence, Jerman.

RBS-15 MK3 ini nantinya bakal dipasang pada Kapal Cepat Rudal (KCR) terbaru Indonesia, KRI Klewang 2.

2. Helikopter Apache TNI AD

Helikopter Apache merupakan helikopter serbu buatan Amerika Serikat (AS). Pada 2018, sebanyak delapan unit Apache 64E tiba di Indonesia.

Melansir Dinas Kelaikan AD, helikopter-helikopter itu ada di Hanggar Skadron 11/Serbu, Pangkalan Udara Utama Ahmad Yani (Lanumad Yani), Penerbang TNI Angkatan Darat (Penerbad), Semarang, Jawa Tengah.

Baca Juga: Sesumbar Bisa Kalahkan Tentara Indonesia,Sosok Ini Bongkar Senjata yang Digunakan Militer Timor Leste untuk Lawan Indonesia, Ternyata Rakitan dan Buatan Sendiri!

Senjata yang ada di Apache AH 64E ini ada tiga. Pertama, automatic gun canon 30 mm yang bisa menembus baja 2-5 cm.

Kedua, roket untuk menghancurkan musuh sejauh 7 km. Ketiga, rudal udara-ke-darat atau air-to-ground.

3. Jet tempur Su-30 TNI AU

Su-30 merupakan jet tempur yang dikembangkan oleh Sukhoi (kini anak perusahaan United Aircraft Corporation) dari Rusia pada 1996.

Pesawat ini merupakan jet tempur multifungsi dengan panjang 21,9 meter dengan rentang sayapnya 14,7 meter sebagaimana diwartakan Kompas.com sebelumnya.

Tingginya 6,36 meter yang mampu digunakan untuk 2 orang kru di dalamnya.

Su-30 mampu melaju dengan kecepatan maksimum 2.120 kilometer per jam dan mampu menjelajah jangkauan 3.000 kilometer.

Sebagai alat tempur, pesawat ini dipersenjatai GSh-30-1 gun (kaliber 30 mm, 150 peluru), 6 rudal anti-radar, 6 rudal berpemandu laser, dan 6 bom udara.

Baca Juga: Sesumbar Bisa Kalahkan Tentara Indonesia,Sosok Ini Bongkar Senjata yang Digunakan Militer Timor Leste untuk Lawan Indonesia, Ternyata Rakitan dan Buatan Sendiri!

4. Kapal selam KRI Nagapasa TNI AL

Nagapasa merupakan salah satu kelas kapal selam di TNI AL sekaligus merupakan versi pengembangan dari kapal selam kelas Chang Bogo.

Ada tiga kapal selam kelas Nagapasa yang dimiliki TNI AL yakni KRI Nagapasa-403, KRI Ardadedali-404, dan KRI Alugoro-405.

Untuk KRI Nagapasa-403, kapal selam tersebut memiliki panjang 61,3 meter dengan kecepatan kurang lebih 21 knot di bawah air.

KRI Nagapasa-403 juga mampu berlayar lebih dari 50 hari dan menampung 40 kru.

Kapal selam ini dipersenjatai torpedo dengan fasilitas delapan buah tabung peluncur.

Nagapasa-403 ini dilengkapi sistem persenjataan terkini dengan peluncur torpedo yang mampu meluncurkan torpedo 533 mm dan peluru kendali anti kapal permukaan.

Pembuatan KRI Nagapasa-403 merupakan kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan Korea Selatan lewat perusahaan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) Co Ltd.

Baca Juga: Bak Air Susu Dibalas Air Tuba,13 Tahun Lalu Pernah SelamatkanNyawa Joe Biden, Pria Ini MalahTertinggal diAfghanistan, 'Tuan Presiden, Jangan LupakanSaya di Sini'

5. Peluncur roket Astros II MK6 TNI AD

Astros II MK6 merupakan peluncur roket multiple alias multiple launch rocket system (MLRS) buatan Brasil.

Melansir Dinas Kelaikan AD, Astros II MK6 dioperasikan oleh kesatuan Arteri Medan (Armed) TNI AD.

Senjata ini mampu meluncurkan 32 roket dalam waktu enam detik.

Dengan daya ledak hampir hampir dua hektare, Astros dinilai mampu melumpuhkan basis pertahanan musuh.

6. Tank Leopard TNI AD

Leopard adalah tank tempur utama alias main battle tank (MBT) buatan Jerman yang memiliki berat 60 ton dengan panjang 9,9 meter serta lebarnya 3,75 meter.

Indonesia menggunakan tank jenis ini pada 2011 yang menggunakan beberapa tipe. Salah satunya adalah mode Revolution.

Senjata utama dari tank ini adalah meriam Rheinmetall kaliber 120 mm L44 atau L55; berisi 42 peluru dan senjata pelengkapnya 2 x 7.62 mm MG3A1 berisi 4,750 peluru, atau FN MAG.

Baca Juga: Apakah Pemberontakan Taliban Jadi Salah Satunya? Inilah Tujuh Konflik yang Terjadi Setelah Runtuhnya Uni Soviet, Terjadi Karena Perbedaan Etnis dan Agama Hingga Sejarah

Tank Leopard jika melintas di jalan raya lebih ringan ketimbang truk tronton.

Dari penelitian tim Institut Teknologi Bandung, yang dikutip Valian, berat Leopard di jalan raya berkisar 8.908,0 newton per meter persegi.

7. KRI I Gusti Ngurah Rai-332 TNI AL

KRI I Gusti Ngurah Rai-332 adalah kapal fregat yang memiliki kemampuan untuk pertahanan udara dari serangan pesawat tempur, peperangan di permukaan, dan serangan bawah laut.

Kapal buatan PT PAL dan Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS) Belanda ini juga mampu membiaskan gelombang elektromagnet musuh.

KRI I Gusti Ngurah Rai-332 memiliki panjang 105,11 meter, lebar 14,02 meter. Berbobot penuh 3.216 ton, kapal ini juga dilengkapi sonar 5,73 meter dengan kecepatan maksimal 28 knot.

Selain itu, kapal fregat ini juga memiliki kemampuan peperangan elektronik melalui sistem electronic counter measure (ECM) dan electronic support measure (ESM) yang diintegrasi dalam combat management system (CMS).

Baca Juga: Hampir Dilupakan Dunia Setelah Membusuk di Guantanamo, Sidang Pelaku Bom Bali I Hambali Mulai Dilaksanakan Bersama Dua Warga Negara Malaysia Ini

(*)

Artikel Terkait