Advertorial

Bagaimana Peran Pers dalam Memajukan Pola Pikir Masyarakat Sehingga Dapat Mendukung Perjuangan Bangsa?

Mentari DP

Editor

Intisari-Online.com -Bagaimana peran pers dalam memajukan pola pikir masyarakat sehingga dapat mendukung perjuangan bangsa?

Pertanyaan terkait Bagaimana peran pers dalam memajukan pola pikir masyarakat sehingga dapat mendukung perjuangan bangsa?adadi halaman 238.

Tepatnya padabuku Sejarah kelas XIdikurikulum 13.

Untuk jawabannya, Anda bisa membuka halaman 186 dan mulai membaca sub2. Pers Membawa Kemajuan.

Dalam buku tersebut, dijelaskan bahwapara priyayi baru menuangkan gagasannya melalui pers (media cetak) mengenai isu-isu perubahan pada awal abad ke-29.

Isu-isu yang dipopulerkan antara lain terkait dengan peningkatan status sosial rakyat bumiputra dan peningkatan kehidupan di bidang sosial, ekonomi, budaya, dan politik.

Saat itu,kKata kemajuan menjadi populer.

Di mana kemajuan saat itu diartikan dengan pendidikan, pencerahan, peradaban, modernisasi, dan kesuksesan hidup.

Disebutkan bahwa pers merupakan sarana berpartisipasi dalam gerakan emansipasi, kemajuan dan pergerakan nasional.

Hal itu ditandai denganjumlah penerbitan surat kabar berbahasa Melayu yang mengalami peningkatan.

Atau orang-orang yang mulai aktif dalam dunia pers. MisalnyaH.C.O. Clockener Brousson dari Bintang Hindia, E.F Wigger dari Bintang Baru, dan G. Francis dari Pemberitaan Betawi.

Baca Juga: Ini Peran Politik Etis Sebagai Pintu Pembuka dalam Membangun Kesadaran Persatuan Bangsa

Bahkanpenerbit Tionghoa mulai bermunculan dan membuat pertumbuhan surat kabar berkembang pesat.

Kermunculannya media cetak itu segera diikuti dengan munculnya sejumlah jurnalis bumiputra lainnya. Misalnya R. Tirtodanudja dan R. Mohammad Jusuf.

Selanjutnya,pergerakan kebudayaan “cetak” mulai masuk di beberapa kota kolonial lain, seperti Surabaya, Padang, dan Semarang.

Dengan hadirnya kebudayaan cetak ini, makamempermudah kaum terdidik untuk memperoleh informasi.

Pada tahun 1901 misalnya, sebuah majalah bulanan Insulinde diterbitkan atas kerja sama para terpelajar di Kota Padang dengan guru-guru Belanda di sekolah raja (Kweekschool) Bukittinggi, terutama van Ophuysen, ahli bahasa Melayu.

Pada akhirnya, wacana kemajuan terus merebak melalui pers.

Pers bumiputra juga mempunyai fungsi untuk memobilisasi pergerakan nasional pada saat itu.

Sementara Harian Sinar Djawa, memuat tentang perlunya rakyat kecil untuk terus menuntut ilmu setinggi mungkin.

Surat kabar tersebut memuat dua hal penting, yaitu tentang “bangsawan usul” dan “bangsawan pikiran”.

Bangsawan usul adalah mereka yang mempunyai keturunan dari keluarga raja-raja dengan gelar bendara, raden mas, raden, raden ajeng, raden ngabei, raden ayu, dan lain-lain.

Sementara bangsawan pikiran adalah mereka yang mempunyai gelar meester, dokter, dan sebagainya, yang diperoleh melalui pendidikan.

Baca Juga: Bagaimana Seharusnya Sikap Masyarakat Setelah Mengetahui Berbagai Jenis Perundang-undangan?

Artikel Terkait