'Jangan Bepergian ke Ukraina' Amerika Serikat Tiba-tiba Perintahkan Semua Warganya Pulang dari Ukraina Sekarang Juga, Benarkah Perang Sudah Akan Terjadi di Eropa Timur?

May N

Editor

Intisari - Online.com -Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) meminta warga Amerika di Ukraina segera tinggalkan negara itu.

Melansir Al Jazeera, permintaan ini diajukan mengutip ancaman invasi Rusia di tengah krisis yang berlangsung di Eropa Timur.

Dalam rujukan bepergian yang diperbaharui Kamis lalu, AS juga mendesak warganya yang tetap ada di Ukraina guna berhati-hati karena "potensi operasi peperangan yang seharusnya dilaksanakan Rusia."

"Jangan bepergian ke Ukraina karena peningkatan ancaman yang meningkat dari aksi militer Rusia dan Covid-19; mereka yang ada di Ukraina seharusnya pergi sekarang melalui transportasi pribadi atau komersial," tulis rujukan tersebut.

Ada empat tingkat peringatan dari AS, paling rendah adalah "terapkan kehati-hatian normal".

Ukraine sudah menjadi sasaran larangan berwisata tertinggi karena Covid-19 dan ketegangan dengan Rusia.

Namun bagi warga Amerika yang ada di Ukraina, rujukan sebelumnya mengatakan mereka "seharusnya mempertimbangkan keluar" dari negara tersebut.

Arahan baru juga memperingatkan warga AS jika "pemerintah AS tidak akan mampu mengevakuasi" mereka jika aksi militer Rusia terjadi di wilayah Ukraina manapun.

Baca Juga: Demi Gertak Amerika Hingga Buat Ukraina Tunduk, Inilah Senjata Rahasia Rusia yang Konon Bisa Menyulut Perang Dunia III, Sudah Dikerahkan ke 2 Negara Amerika Utara Ini

Baca Juga: Pantas Saja Rusia Cuma Bisa Diam dan Menggerutu, Begini Kuatnya Ancaman yang Diberikan Inggris Kepada Rusia Jika Berani Geruduk Ukraina dan Mulai Perang di Eropa

"Aksi militer mungkin terjadi kapan saja tanpa peringatan dan akan berdampak secara parah kepada kemampuan Kedutaan Besar AS menyediakan jasa konsultasi, termasuk bantuan bagi warga AS meninggalkan Ukraina," tulis arahan tersebut.

Ketegangan Ukraina dan Rusia

Militer Rusia telah mengirim pasukan dekat dengan perbatasan negara itu dengan Ukraina, menimbulkan sebuah krisis diplomatik dan ketakutan di AS serta Eropa bahwa Rusia mungkin menyiapkan invasi ke negara tetangganya.

Rusia menampik tuduhan bahwa mereka merencanakan menyerang Ukraina, tapi dengan keras menantang upaya Ukraina bergabung dengan NATO.

Moskow ingin jaminan keamanan bahwa persekutuan yang dipimpin AS akan menghentikan ekspansinya ke republik bekas Soviet itu, tapi Washington dan NATO telah menolak permintaan sebagai sebuah "non-starter" sementara mengatakan mereka terbuka mendiskusikan penanganan kontrol senjata di Eropa.

Pejabat AS telah memperingatkan konsekuensi ekonomi parah jika mereka menginvasi Ukraina, menggarisbawahi bahwa perang akan "mengerikan" untuk warga sipil di wilayah itu.

Minggu lalu, Presiden Joe Biden menyebut jika warga AS di Ukraina harus pergi dari negara itu.

"Kurasa sebaiknya bijak untuk meninggalkan negara itu. Aku tidak membicarakan tentang pasukan diplomasi kami; aku membicarakan mengenai warga Amerika yang ada di sana," ujarnya.

Baca Juga: Pantas Saja Barat Sampai Keteteran Menghadapi Kecerdikan Vladimir Putin, Begini Trik Licik Vladimir Putin Untuk Memaksa Barat Mau Menerima Syarat Mutlak Rusia Ini

Baca Juga: Sudah Membara, Rencana Vladimir Putin UntukInvasi Ukraina Dipastikan Hanya Jadi Angin Saja, PasalnyaRusia Akan Alami Konsekuensi Mengerikan Ini Jika Nekat GempurUkraina

"Aku benci melihat mereka terperangkap dalam ketegangan militer jika Rusia memang suatu saat menyerang. Dan tidak perlu untuk itu. Jika ada keluargaku di sana, kupinta pergi sekarang juga."

Ia menyampaikannya pada sebuah wawancara dengan NBC News, sebagian dirilis Kamis lalu.

"Warga Amerika seharusnya pergi sekarang," ujar Biden, menekankan jika administrasinya tidak akan mengirim tentara untuk mengevakuasi warga AS jika terjadi perang.

"Ini tidak seperti kita berhadapan dengan sebuah organisasi teroris. Kita berhadapan dengan salah satu tentara terbesar di dunia. Ini adalah situasi yang sangat berbeda dan banyak hal bisa menjadi gila dengan cepat."

Bulan kemarin, Washington memerintahkan keberangkatan anggota-anggota keluarga staf kedutaan besar mereka di Kiev, dan mereka memperbolehkan pegawai non-esensial untuk pergi secara sukarela.

Awal Februari, militer AS mengirimkan pasukan tambahan ke Eropa Timur dalam apa yang disebut sebuah sinyal untuk komitmen Washington atas keamanan anggota NATO di wilayah tersbeut.

Namun pejabat AS telah menegaskan akan ada konfrontasi militer dengan Rusia jika mereka memutuskan melaksanakan serangan ke Ukraina, yang bukan anggota NATO.

Baca Juga: Mantan Direktur CIA Peringatkan China, Jika China Nekat Dukung Rusia saat Berselisih dengan Barat atas Ukraina, China Harus Siap Tanggung Hal Ini

Baca Juga: Pantas Saja China Bungkam Seketika Saat Tau Rusia-Ukraina Diujung Tanduk Peperangan, Amerika Bocorkan Kerugian yang Dialami China Ini Jika Perang Rusia-Ukraina Terjadi

Ingin mendapatkan informasi lebih lengkap tentang panduan gaya hidup sehat dan kualitas hidup yang lebih baik?Langsung saja berlangganan Majalah Intisari. Tinggal klik di sini

Artikel Terkait