Advertorial

Meski Kekuatan Militernya Jauh di Bawah China, Australia Akui Perang dengan China Mungkin Terjadi, Langsung Gandeng Negara Ini Untuk Jadi Sekutu

Mentari DP

Editor

Intisari-Online.com -Hubungan China dan Australia mencapai level krisis.

Akibatnya, Perdana Menteri AustraliaScott Morrison menyatakan perang antara kedua negara mungkin bisa terjadi.

Lebih lanjut,Scott Morrison juga menyerukan aliansi negara-negara Indo-Pasifik untuk memerangi meningkatnya ancaman China secara global dan juga di Laut China Selatan.

Apa yang Morrisonkatakan sama dengan komentarmantan Perdana Menteri Australia, Kevin Rudd.

Baca Juga: Senjata Makan Tuan, Diizinkan Trump, Lebih dari 100 Warga AS Tewas Setelah Konsumsi Hydroxychloroquine Untuk Obati Covid-19

Di mana Kevin Ruddmengindikasikan konflik antara AS dan China dapat muncul dalam tiga bulan ke depan.

Melihat hal ini, makaMorrison berkata bahwa apa yang akan terjadi ke depantidak dapat dibayangkan dan tidak lagi bisa dipertimbangkan.

“Saat ini, Indo-Pasifik menjadi episentrum persaingan strategis."

"Ketegangan atas klaim teritorial meningkat," ucapMorrison seperti dlansir dari express.co.uk pada Sabtu (8/8/2020).

Baca Juga: 8 Minggu Abaikan Rasa Sakit di Kaki Kanannya demi Rawat Pasien Covid-19, Perawat Ini Pasrah Kakinya Harus Diamputasi, 'Saya Sibuk Bantu Orang Lain Hingga Lupa dengan Rasa Sakit di Diri Saya'

Morrison mengaku bahwa bagaimanapun dia tidak akan setuju bahwa konflik antara AS dan China.

Tapi hal itutidak bisa dia dihindari.

Oleh karenanya,Australia bersiap-siap.

Mereka juga telah memastikan akan meningkatkan belanja pertahanan sebesar 40 persen selama 10 tahun ke depan.

Hubungan kedua negara semakin rumit tak kalaBeijing menerapkan undang-undang keamanan baru di Hong Kong.

LaluAustralia juga mempertanyakan asal-usul virus corona dan telah bergabung dengan negara bagian lain seperti AS, untuk menyerukan penyelidikan independen akan diluncurkan.

Sikap Australia dianggap China kelewatan.

Sehingga sebagai tanggapan, China memberlakukan sanksi berat terhadap barang-barang Australia.

Perdana Menteri Scott Morrison juga mengakui dia belum berbicara dengan Xi Jinping sejak KTT G-20 di Jepang tahun lalu.

Baca Juga: Diregistrasi Minggu Depan, Rusia Ciptakan Vaksin Covid-19 Pertama di Dunia, 'Semua Biaya Ditanggung Pemerintah'

Meski undangan untuk pembicaraan lebih lanjut telah diperpanjang, dia mengakui hubungan kedua negara telah menjadi masalah.

Di Laut Cina Selatan, Australiatelah menyatakan klaim maritim Beijing sebagai ilegal.

China membalas klaim tersebut. Mereka menuduh Australia telah melanggar prinsip-prinsip dasar pelanggaran internasional.

Kepada PBB, China mengatakan: "Tindakan Austalia salah."

"Sebab Australia telah mengabaikan fakta dasar tentang masalah Laut China Selatan dan menolak kedaulatan teritorial darat China."

Australia tak tinggal diam.

Merekajuga telah memerintahkan penghapusan perangkat Huawei dari jaringan 5G-nya sejalan dengan Inggris menyusul sanksi AS terhadap perusahaan tersebut.

Australia kini menjadi mitra kunci bagi AS di kawasan ini.

Ini dikarenakan Australia tahu China dan AS memiliki masalah dan keduanya sama-sama kuat diLaut China Selatan.

Baca Juga: Bisa Bawa 6 Bom dan 6 Rudal, Begini Hebatnya Jet Tempur yang Diincar Menham Prabowo Subianto, Lebih Canggih dari Sukhoi SU-35 Buatan Rusia!

Artikel Terkait