Advertorial
Intisari-Online.com -Seorang wanita yang mengadopsi anak anjing terkejut bahwa hewan itu bukanlah anjing biasa seperti yang dipikirkannya.
Bahkan penemuan hewan itu menimbulkan diskusi sengit di media sosial yang berujung pengujian DNA anak 'anjing' itu.
Melansir Mirror, Minggu (3/11/2019), seorang wanita mengaku ia memelihara hewan yang dikira sebagai anak anjing.
Hewan menggemaskan itu ditemukannya di kebun belakang rumahnya setelah seekor burung elang menjatuhkannya di sana.
Ia mengaku mulai mengadopsinya pada bulan Agustus.
Ketika itu dia terbangun di rumahnya di Bright, timur laut Melbourne, dan mendengar suara binatang yang menangis di luar.
Dia sendiri mengaku tidak mengetahui pasti hewan apa yang tiba-tiba ada di kebun rumahnya itu adalah rubah atau anjing.
Wanita itu kemudian membagikan hasil penemuan hewan itu di media sosialnya.
"Saya bangun pagi ini mendengar rengekan di semak di kebun saya, saya tidak tahu apakah itu rubah atau anjing," tulisnya di Facebook.
Beberapa orang di Facebook meyakini hewan itu adalah rubah.
Salah satu pengguna menuliskan, "Kurasa itu rubah dan kamu akan punya sedikit masalah."
Setelah sesi diskusi online, dia membawa Wandi, hewan yang masih diyakininya sebagai anak anjing itu ke Rumah Sakit Hewan Alpine.
Staf rumah sakit kemudian mengirim sampel DNA untuk pengujian dan menyelesaikan masalah ini.
Sementara itu Wandi dikirim ke Yayasan Dingo Australia sementara mereka menunggu hasilnya.
Setelah menunggu, barulah diketahui bahwa Wandi bukanlah anak anjing biasa, melainkan seekor dingo.
"Setelah berminggu-minggu menunggu dengan cemas, hasil dari laboratorium genetika UNSW mengungkapkan bahwa Wandi adalah 100% penduduk asli dataran tinggi Victoria," tulis akun yayasan itu.
Baca Juga: Digunakan Wisatawan untuk 'Bersenang-senang' di Tengah Teriknya Hari, Gajah ini Mati Mengenaskan
Wandi kemudian akan ditempatkan di yayasan untuk keperluan konservasi.
"Wandi akan menjadi bagian dari program pemuliaan kami, menambahkan gen baru untuk meningkatkan kekuatan dan keragaman populasi dingo murni yang kami miliki di tempat perlindungan kami," tambahnya.
Yayasan itu mengungkap bayi dingo itu menderita luka-luka yang mengindikasikan dia telah ditangkap dari sarangnya oleh seekor elang.
"Kami percaya Wandi dicuri oleh elang dan dijatuhkan saat dia menderita luka di punggungnya, dan kukunya sudah rusak menunjukkan dia telah melakukan perjalanan jauh sebelum akhirnya ditemukan," tulisnya.
Melansir National Geographic, dingo (Canis lupus dingo) adalah jenis anjing liar Australia, namun juga terdapat di Asia Tenggara.
Meski dingo banyak, galur genetik murni anjing liar berwana emas atau kemerahan ini secara bertahap dikompromikan.
Baca Juga: Bukan Sekadar Arena Bagi Gladiator, Ini Cerita Lain di Balik Colosseum