Find Us On Social Media :

Susah Payah Direbut Majapahit Hingga Harus Berperang dengan Belanda dan Jepang, Warga Suku di Pulau Timur Indonesia Ini Malah Berakhir Memeluk Agama Islam

By Mentari DP, Selasa, 4 Januari 2022 | 15:30 WIB

Hubungan Kerajaa Majapahit dengan Suku Sasak di Desa Sade, Lombok.

 

Rupanya selain Majapahit, ada banyak kerajaan atau negara yang menginginkan Suku Sasak.

Bahkan Suku Sasak sudah mengalami perpindahan kekuasaan dari pihak luar berkali-kali.

Bahkan sejak abad ke-14 seperti ditulis oleh Dedy Wahyudin dalam bukunya yang berjudul "Identitas Orang Sasak".

Menurut Wahyudin, orang Suku Sasak sudah mengalami penjajahan selama beberapa kali.

Majapahit adalah salah satunya.

Ada juga Kerajaan Karangasem hingga penjajah seperti Belanda dan Jepang silih berganti menguasai wilayah Suku Sasak ini.

Pergantian kekuasaan berkali-kali di wilayah tersebut menciptakan identitas tersediri di antara masyarakat Suku Sasak.

Sebelum Majapahit menguasai Suku Sasak, warga suku itu percaya animisme dan dinamisme.

Kepercayaan itu sesuai dengan Kerajaan Selaparang, sebuah kerajaan terbesar di wilayah tersebut.

Namun ketika Majapahit datang dan menyerang Kerajaan Selaparang pada 1357, kepercayaan warga Suku Sasak berubah.

Berdasarkan dari Mengenal Suku Sasak, Salah Satu Suku Asli di Indonesia yang disusun oleh Pusat Data Analisa Tempo, mereka mulai memeluk agama Hindu-Buddha.

Hanya saja semua itu tidak berjalan lama.

Baca Juga: Pantas Saja Jadi Kerajaan Terkuat yang Pernah Ada, Ternyata Segini Banyak Kapal Perang Buatan Majapahit, Lebih Banyak dari Jumlah Kapal Angkatan Laut Indonesia Sekarang!