Find Us On Social Media :

Khawatir Akan Ada Penimbunan Tabung Oksigen Karena Lonjakan Kasus Covid-19, Polda Metro Jaya Sudah Awasi Ketat Distribusi Tabung Oksigen di Pasaran, Ini Tindakan Mereka

By Maymunah Nasution, Kamis, 1 Juli 2021 | 16:31 WIB

Ilustrasi Tabung oksigen.

Industri tabung ini menghasilkan berbagai produk di antaranya tangki air, pressure vessel, boiler, tabung gas LPG, komponen tabung gas, silo, kaleng, tabung pemadam api dan heat exchanger.

“Kami mengoptimalkan sumber-sumber yang ada di dalam negeri untuk dapat memperkuat logistik tabung oksigen untuk keperluan saat ini,” ujar Menperin.

Ia menjelaskan perlu adanya sinergi antara Kementerian/Lembaga guna menangani pengendalian harga tabung dan pencegahan terjadi penimbungan.

Kemudahan dalam pemindahan dan distribusi oksigen cair atau tabung oksigen juga perlu, sebagai bentuk kemudahan dari pembatasan Over Dimension Over Load (ODOL).

Baca Juga: Tak Perlu Panik, Ini yang Perlu Anda Lakukan Setelah Kontak Erat dengan Pasien Covid-19, Langsung PCR Atau Antigen Dahulu?

“Kami juga mengharapkan dukungan suplai listrik yang andal dan kontinyu dari PT PLN (Persero) untuk industri gas oksigen, sehingga tidak terjadi pemadaman, kedip, maupun ayunan voltase dan frekuensi,” pungkas Menperin.

Di tengah lonjakan kasus Covid-19 pemerintah memprioritaskan produksi dan distribusi gas oksigen guna kebutuhan medis, oleh sebab itu suplai oksigen untuk industri akan diambil untuk menangani pasien Covid-19.

Dulunya pembagian suplai oksigen bagi keperluan medis dan industri ada dalam perbandingan 40:60.

Kini keadaan berbalik dan Kemenperin mengubah rasio penggunaan oksigen menjadi 60:40 antara kebutuhan medis dan industri.

Baca Juga: Termasuk Indonesia, Inilah 2 Negara yang Disebut-Sebut Memiliki Kasus Covid-19 Paling Berbahaya di Asia Tenggara, Terungkap Berdasarkan Data Ini