Penulis
Positif Corona, Presiden Bolsonaro Merengek Minta Dites Lagi untuk Buktikan Ia Sehat, 'Saya Sudah Bosan di Rumah'
Intisari-online.com -Sudah seminggu Presiden Brasil, Jair Bolsonaro positif mengidap Covid-19.
Ia sedang diisolasi di rumahnya.
Namun belum selesai masa isolasinya, ia sudah bosan berada di rumah terus-terusan.
Justru ia malah lakukan protokol berbahaya untuk sembuhkan penyakitnya.
Brasil adalah negara dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak kedua di dunia setelah AS.
Senin kemarin, dari 1.8 juta kasus Covid-19, ada 72.833 orang yang meninggal dunia.
Baru seminggu Bolsonaro dikarantina, ia umumkan Senin kemarin ia berencana mengambil tes Covid-19 lagi.
Ia tidak tahan berada dalam isolasi.
Tes itu dijadwalkan hari Selasa ini.
"Seharusnya keluar beberapa jam lagi, dan aku tidak sabar menunggu hasilnya.
"Aku tidak tahan rutin berada di rumah terus-terusan. Mengerikan," ujarnya dalam wawancara telepon dengan CNN Brasil dari rumah kepresidenannya di Alvorada Palace, Brasilia.
Semenjak awal krisis, presiden ini mengabaikan betapa serius pandemi ini dan dikritik oleh berbagai pihak akibat ketidak seriusannya menangani krisis di negaranya.
Ia sampai disebut Donald Trump kedua, presiden pembunuh, dan presiden yang bodoh oleh para warganya.
Selama wawancaranya, Bolsonaro mengatakan ia merasa "sangat sehat" dan tidak memiliki masalah demam atau masalah pernapasan.
Ia juga mengatakan ia tidak kehilangan indra penciumannya, salah satu gejala umum Covid-19.
"Besok, aku tidak tahu bagaimana hasilnya, tapi jika semua baik-baik saja, aku akan bekerja kembali.
"Tentu saja, jika tidak, aku akan di rumah beberapa hari lagi," ujarnya.
Ia berharap bisa meneruskan aktivitasnya paling lama seminggu lagi.
"Selain itu semuanya baik-baik saja. Kami bekerja dengan gunakan videoconference setiap waktu dan kami lakukan yang terbaik untuk hindari hal memburuk," ujarnya.
Setiap Kamis ia lakukan Facebook, dan Kamis kemarin ia mengatakan bahwa setelah merasa tidak sehat, ia mulai meminum 1 tabet hidroksiklorokuin setiap hari.
Obat yang sebenarnya obat malaria tersebut sudah digunakan sebagai pengobatan untuk Covid-19 di beberapa negara.
Namun efektivitasnya belum terbuktikan secara resmi dan isu penggunaannya menjadi perdebatan panas dalam komunitas ilmuwan.
"Aku minum obat itu dan itu bekerja. Aku baik-baik saja, beruntunglah. Silakan bagi yang mengkritik obat itu tawarkan alternatif," ujarnya saat sedang lakukan Live Facebook Kamis kemarin.
Walau sudah sakit Covid-19 pun, Bolsonaro masih ngeyel bahwa dia baik-baik saja.
Ia berani temui jurnalis dan bahkan membuka maskernya meskipun ia mundur selangkah dari para jurnalis, hanya untuk membuktikan ia sehat.
Sebelum-sebelumnya ia terkenal tidak pernah gunakan masker saat muncul di publik.
Dan ia sangat sering keluar ke publik, bahkan penanganan Covid-19 di Brasil termasuk yang terburuk.
"Aku sehat, aku normal. Aku bahkan ingin berjalan di sekitar tempat ini, tapi tidak bisa karena rekomendasi medis," ujarnya.
Hidroksiklorokuin sendiri juga gencar dipromosikan oleh Presiden AS Donald Trump.
Brasil sendiri dinilai angka kasus Covid-19 yang ada lebih tinggi dari yang telah tercatat, karena kurangnya tingkat tes per jumlah warganya.
Pemimpin dunia lain yang telah terkena Covid-19 antara lain Boris Johnson PM Inggris, Pangeran Charles, Pangeran Albert II kerajaan Monako dan Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez.
Menurut Mauricio Santoro, profesor ilmu politik di State University of Rio de Janeiro, Bolsonaro adalah pemimpin demokrasi yang telah menampik betapa seriusnya Covid-19.
"Dengan ia terinfeksi, sudah membuat kredibilitasnya jatuh, dan dilihat sebagai kegagalannya merespon krisis Covid-19."
Ingin mendapatkan informasi lebih lengkap tentang panduan gaya hidup sehat dan kualitas hidup yang lebih baik?Langsung saja berlangganan Majalah Intisari. Tinggal klik di sini