Advertorial

BERITA POPULER: Penyakit Mematikan yang Awalnya Hanya Dikira Batuk dan Pilek hingga Dokter Mangku yang Pasang Tarif Rp10 Ribu untuk Setiap Pasien

Tatik Ariyani

Editor

BERITA POPULER: Penyakit Mematikan yang Awalnya Hanya Dikira Batuk dan Pilek hingga Dokter Mangku yang Pasang Tarif Rp10 Ribu untuk Pasien
BERITA POPULER: Penyakit Mematikan yang Awalnya Hanya Dikira Batuk dan Pilek hingga Dokter Mangku yang Pasang Tarif Rp10 Ribu untuk Pasien

Intisari-Online.com -Seorang ibu dari Malaysia berbagi pengalaman di Facebook tentang anaknya yang hampir tidak memiliki penyakit sama sekali, namun suatu hari anaknya tersebut didiagnosis dengan penyakit mematikan.

Kemudian, ada seorang dokter yang hanya memasang tarif Rp10 ribu, bahkan dulunya pernah menggratiskan biaya berobat untuk pasiennya.

Kedua berita tersebut masuk ke dalam berita populer Intisari Online, Kamis (19/9/2019). Berikut ulasannya:

Baca Juga: Foto-foto Ini Ungkap Megahnya Isi Rumah Kedua Ratu Elizabeth Windsor, Penuh Perabotan dengan Ornamen Emas serta Karpet Bersulam

1. Dikira Hanya Pilek dan Batuk Biasa, Ternyata Bocah Ini Idap Penyakit Mematikan, Peringatan Buat Orangtua untuk Mengenali Gejala-gejala Awalnya

Nama ibu tersebut adalah Mary Anne Loh yang membagikan pengalaman mengenai anaknya.

Mary menulis tentang putranya Ethan, “Ethan adalah anaknya yang 100% disusui, sangat sehat dengna hampir tidak ada penyakit sama sekali. Tidak pernah demam tinggi, batuk, atau flu apa pun.”

“Jika dia terserang flu atau batuk, dia bisa sembuh sendiri dalam waktu kurang dari 3 hari tanpa obat. Jadi secara harfiah dia tidak pernah minum obat apa pun dalam hidupnya sampai hari H (hari diagnosis).”

Bagaimana kemudian anaknya tesebut didiagnosis dengan penyakit yang mematikan? Baca selengkapnya di sini.

Baca Juga: Jangan Mengecat Kuku! Satu dari 5 Hal yang Pantang Dilakukan Sebelum Pergi ke Dokter

2. Pasang Tarif Hanya Rp10 Ribu untuk Setiap Pasien, Dokter Mangku Malah Sempat Gratiskan Biaya Berobat Sebelum Ditipu Pasien

Mangku mengabdikan diri untuk melayani masyarakat berpenghasilan rendah di Klinik Pratama Bhakti Sosial Kesehatan St Tarsisius, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Sebelum menetapkan biaya pengobatan Rp 10.000, dokter Mangku memulai pengabdiannya dengan memberikan layanan kesehatan gratis.

"Tahun 1995 sampai dengan tahun 2000, mereka (pasien) tidak membayar sama sekali. Kami pun tidak dibayar, sama sekali kami tidak dibayar," ujar dokter Mangku.

Baca kisah selengkapnya di sini.

Baca Juga: Bicara Soal Perang, Presiden Russia Vladimir Putin Tiba-tiba Mengutip Ayat dalam Al Quran, Sambil Serukan Hal Ini

Artikel Terkait