Find Us On Social Media :

Lebih dari 800 Prajurit Rusia Tewas di Tangannya, Inilah Simo Hayha, Sniper Paling Mematikan dalam Sejarah Perang, 'Pensiun' Setelah Wajahnya Hancur Tertembak

By Khaerunisa, Selasa, 5 Mei 2020 | 17:05 WIB

Simo Hayha

Baca Juga: Ditawar Rp40 Miliar oleh Baim Wong, Ternyata Begini Penampakan Rumah Mewah Muzdalifah, Bikin Elus Dada!

Sebelum bergabung dengan militer atau milisi Finlandia pada usia 17 tahun, Simo Hayha dikenal sebagai pemburu ulung.

Puluhan tropi kejuaraan menembak memenuhi ruangan rumah pertaniannya dan tidak mengherankan jika berkat kemampuan menembak jitunya itu, Simo menjadi semacam malaikat pencabut nyawa bagi pasukan Rusia.

Demikian terkenalnya sepak terjang Simo sebagai sniper di medan tempur Winter War sehingga dirinya mendapat julukan White Death.

Sebagai sniper yang telah ditempa di medan berburu yang ekstrem dan pelatihan sniper secara khusus, saat beraksi Simo menggunakan kamuflase serba putih yang warnanya menyatu dengan salju dan senapan sniper M/28 Pystykorva atau senapan buatan Rusia yang sudah dimodifikasi, Mosin Nagant.

Baca Juga: Sudah 30 Tahun Menikah Hingga Miliki Anak Cucu, Pasangan Ini Kaget Bukan Main Ternyata Pasangannya Adalah Sudara Kandung Sendiri, Identitasnya Terbongkar Gara-gara Hal Ini!

Selain bertempur sebagai sniper, Simo juga bertempur selayaknya pasukan infantri menggunakan senapan serbu semi otomatis, Suomi KP/31.

Sebagai sniper Simo berhasil membunuh prajurit Rusia sebanyak 505 personel (confirmed kill) dan saat bertempur menggunakan senapan serbu Suomi KP/31, Simo setidaknya berhasil menumbangkan 200 pasukan Rusia.

Sedangkan dari berbagai front pertempuran lainnya, Simo juga berhasil menembak mati musuh sehingga jika digabungkan, jumlah prajurit Rusia yang tewas di tangan Simo bisa lebih dari 800 orang.

Upaya pasukan Rusia untuk membinasakan Simo telah berkali-kali dilakukan baik dengan mengerahkan counter sniper maupun gempuran artileri yang diarahkan ke tempat persembunyiannya.