Penulis
Intisari-Online.com – Banyak tawaran bahan yang diolah untuk menjadi minyak goreng.
Terutama dari bahan nabati, minyak goreng biasa dipakai oleh masyarakat untuk mengolah bahan makanan.
Minyak goreng merupakan minyak yang berasal dari lemak tumbuhan atau hewan yang telah dimurnikan, berbentuk cair yang biasa digunakan masyarakat untuk keperluan menggoreng.
Terdapat berbagai manfaat yang dapat diperoleh dari minyak goreng.
Akan tetapi, penggunaan minyak goreng dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan.
Minyak jelantah yang merupakan istilah yang banyak digunakan orang untuk menyatakan minyak goreng yang digunakan secara berulang-ulang untuk menggoreng.
Terdapat beberapa alasan mengapa sebagian besar masyarakat menggunakan minyak goreng secara berulang.
Sebagian besar masyarakat beranggapan bahwa minyak tersebut masih layak pakai dan tidak akan menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan.
Baca Juga: Mau Turun Berat Badan? Ganti Minyak Goreng Anda dan Rasakan Hasilnya!
Secara fisik, umumnya minyak jelantah berwarna coklat kehitaman, berbau tengik, kental, berbusa, dan mempunyai kadar FFA (asam lemak bebas yang tinggi).
Selain merusak mutu minyak, penggunaan minyak jelantah ini juga dapat menurunkan mutu bahan pangan yang digoreng.
Hal tersebut ditunjukkan dengan meningkatnya kandungan kolesterol pada minyak, menurunnya nilai gizi yaitu protein dan kadar air.
Serta meningkatknya asam lemak bebas sehingga dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan.
Hal itu diakibatkan senyawa-senyawa penyusun minyak sudah mengalami perubahan fisik dan perubahan kimia.
Hal itu dikarenakan pada saat digunakan, minyak goreng akan mengalami proses degradasi, oksidasi dan dehidrasi akibat pemanasan dengan suhu tinggi.
Akibatnya menimbulkan radikal bebas.
Bahaya gunakanminyak jelantah
Baca Juga: Tidak Perlu Menjauhi Gorengan, Asalkan Tidak Pakai Minyak Goreng Berulang Kali
Radikal bebas yang terbentuk bersifat karsinogenik dan dapat menempel pada jaringan sel.
Selain meningkatkan asam lemak bebas, pemanasan secara berulang-ulang akan membentuk asam lemak trans di dalam minyak.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi asam lemak trans akan mengakibatkan bahaya bagi kesehatan.
Seperti meningkatkan kolesterol LDL (low density lipoprotein), menurunkan kolesterol HDL (high density lipoprotein), dan meningkatkan rasio total kolesterol.
Baca Juga: Gara-gara Masalah Minyak Goreng, Seorang Kasir Wanita Ditampar Pria hingga Meninggalkan Trauma
Kolesterol LDL ini merupakan kolesterol jahat.
Ketika jumlah LDL ini sudah terlalu banyak beredar akan mengakibatkan penumpukkan LDL di dinding bagian dalam arteri yang memberi nutrisi ke jantung dan otak.
Bersama dengan zat lainnya, LDL dapat membentuk plak yang dapat mempersempit arteri.
Kondisi ini dikenal sebgai aterosklerosis. Jika gumpalan darah terbentuk dan menyumbat arteri yang menyempit, serangan jantung atau stroke dapat terjadi.
Baca Juga: Benarkah Minyak Goreng Bikin Kita Sulit Konsenterasi?
Dengan berbagai dampak yang dapat ditimbulkan, maka sebaiknya penggunaan minyak goreng secara berulang-ulang harus dihindari.
Pemakaian minyak goreng sampai tiga kali, masih dapat ditoleransi dan dianggap baik atau tidak membahayakan bagi kesehatan manusia.
Akan tetapi, jika pemakaian minyak goreng dilakukan lebih dari tiga kali serta sudah terjadi perubahan fisik pada minyak, maka hal tersebut tidak baik dan harus dihindari penggunaannya. (Siti Afifah)
Artikel ini telah tayang di SajianSedap.com dengan judul “Jangan Lagi Gunakan Minyak Jelantah Untuk Memasak, Hal Mengerikan Ini Bisa Terjadi pada Tubuh!”
Baca Juga: Pilah-pilah Minyak Goreng