Intisari-Online.com - Banyak kasus terjadi, bisnis properti seseorang bangkrut bukan karena tidak jalan, namun justru tertipu oleh rekan bisnis sendiri. Banyak faktor yang memengaruhi. Maka, perlu disimak tujuh tips berinvestasi properti ini sebelum melangkah.
Kejelian memilih lokasi adalah modal terbesar dalam berinvestasi properti. Rumah atau apartemen yang berada di lokasi sunrise dijamin nilainya akan naik berkali lipat dalam waktu singkat. Di mata perencana keuangan, ada beberapa komponen keuangan yang harus diperiksa sebelum berinvestasi di bidang properti. Berikut ini adalah tujuh tips sebelum memutuskan berinvestasi properti:
BACA JUGA: 2016: Puncak Pertumbuhan Properti di Indonesia
1. Utang
Bereskan utang sebelum memikirkan untuk berinvestasi. Apalagi, utang konsumtif seperti tagihan kartu kredit
2. Cash flow
Perhatikan cash flow keuangan. Apakah bagus atau tidak untuk melakukan investasi properti.
BACA JUGA: Amankan Rumah dengan Asuransi Properti
3. Aset
Perhatikan apakah memiliki aset yang cukup jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
4. Asuransi
Mengingat hidup penuh risiko, maka wajib untuk memiliki asuransi.
BACA JUGA: Harga Properti di Jakarta Masih yang Termahal di Seluruh Indonesia
5. Dana pensiun
Milikilah dana pensiun sebagai jaminan di hari tua sebelum melakukan investasi.
6. Dana darurat
Investasi properti merupakan komitmen jangka panjang, sehingga tak bisa dicairkan sewaktu-waktu. Dana darurat wajib ada bila muncul kebutuhan dana yang sifatnya mendadak.
BACA JUGA: Ingin Beli Properti? Waspada dengan 10 Pengembang yang Sering Bermasalah Ini!
7. Miliki investasi lain
Investasi properti termasuk investasi tak likuid karena tidak bisa dijual sewaktu-waktu. Sebaiknya, miliki terlebih dulu investasi yang likuid, seperti emas, reksadana, atau sebagainya.