Intisari-Online.com -Konstitusi adalah sistem ketatanegaraan yang mengatur pembentukan dan penyelenggaraan pemerintahan dalam suatu negara.
Konstitusi juga mencerminkan identitas, aspirasi, dan cita-cita bangsa.
Artikel ini akan menjelaskan sejarah konstitusi Indonesia secara singkat, diawali sikap Belanda yang menyerahkan kekuasaannya kepada Jepang pada 9 Maret 1942.
Anda akan mengetahui siapa saja tokoh-tokoh yang berperan dalam menyusun konstitusi Indonesia, apa saja isi dan tujuan dari konstitusi Indonesia, dan bagaimana konstitusi Indonesia beradaptasi dengan perubahan zaman.
Sejarah konstitusi Indonesia secara singkat
Konstitusi Indonesia bermula dari saat Belanda secara resmi menyerahkan kekuasaannya kepada Jepang pada 9 Maret 1942.
Sejak saat itu, Indonesia berada di bawah kekuasaan Jepang.
Namun, setelah tiga tahun berlalu, Belanda berusaha untuk mengambil alih kembali Indonesia dari tangan Jepang.
Untuk mendapat simpati dari rakyat Indonesia, Jepang menjanjikan akan memberikan kemerdekaan pada waktu yang akan datang.
Janji ini diumumkan oleh Perdana Menteri Jepang, Koiso, pada 7 September 1944, berdasarkan keputusan Parlemen Jepang atau Teikoku Gikai.
Baca Juga: Bagaimana Sejarah Terbentuknya Konstitusi Indonesia? Ini Penjelasannya
Setelah itu, Jepang membentuk sebuah badan untuk menyiapkan kemerdekaan Indonesia yang disebut BPUPKI pada 29 April 1945.
BPUPKI mengadakan sidang dua kali.
Sidang BPUPKI pertama diadakan tanggal 29 Mei hingga 1 Juni 1945, sedangkan Sidang Kedua BPUPKI diadakan pada 10-17 Juli 1945.
Setelah sidang, BPUPKI membentuk panitia kecil yang disebut Panitia Sembilan.
Panitia Sembilan adalah kelompok yang bertugas untuk menyempurnakan dasar negara Indonesia, yaitu Pancasila.
Setelah tugas BPUPKI selesai, dibentuk badan lanjutan yang disebut Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada 7 Agustus 1945.
PPKI mengadakan sidang tiga kali, yaitu tanggal 18, 19, dan 22 Agustus 1945.
Hasil sidang pertama PPKI adalah pengesahan UUD 1945 oleh Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) sebagai konstitusi negara Republik Indonesia pada 18 Agustus 1945.
Naskah UUD 1945 yang disahkan oleh PPKI meliputi Pembukaan dan pasal-pasal yang terdiri atas 71 butir ketentuan tanpa penjelasan.
Konstitusi yang sudah disahkan itu terdiri atas tiga bagian, sebagai berikut:
1) Pembuka atau Mukaddimah Konstitusi.
Baca Juga: Pengertian Konstitusi dalam Arti Sempit, Lengkap dengan Arti Luasnya
2) Batang Tubuh Konstitusi yang terbagi atas XV Bab dalam 36 Pasal.
3) Penutup Konstitusi yang terbagi atas Bab XVI pasal 37 tentang perubahan UUD, Aturan Peralihan dalam IV Pasal dalam dua ayat.
Selanjutnya, UUD yang sudah disahkan oleh PPKI telah mengalami beberapa kali perubahan.
Perubahan ini terjadi karena dipengaruhi oleh adanya tuntutan untuk menyempurnakan aturan dasar, seperti tatanan negara, kedaulatan rakyat, HAM, pembagian kekuasaan, eksistensi negara demokrasi dan negara hukum.
Sejak 1999, UUD 1945 atau Konstitusi Indonesia telah diamandemen sebanyak empat kali hingga tahun 2000.
Demikianlah penjelasan tentang sejarah konstitusi Indonesia secara singkat. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan Anda tentang konstitusi negara kita.
Baca Juga: Apakah yang Dimaksud dengan Konstitusi dan Apa Saja Fungsinya?