Temui Qin Shi Huangdi: Kaisar Qin pertama Sang Penguasa Brutal yang Melakukan Hal-hal Gila Ini di Tiongkok kuno, Termasuk Bunuh 460 Cendekiawan

Muflika Nur Fuaddah
Muflika Nur Fuaddah

Editor

(Ilustrasi) Kaisar Qin Shi Huang atau Qin Shi Huangdi
(Ilustrasi) Kaisar Qin Shi Huang atau Qin Shi Huangdi

Intisari-Online.com - China merupakan salah satu negara dengan sejarah kekaisarannya yang melegenda.

Sejak awal, pemukimandi Lembah Sungai Kuning dan Yangtze sudah berkembang menjadi peradaban pertanian.

Pada periode 'Negara-negara Berperang,' yakni antara abadkelima dan ketiga SM, setidaknya ada 7 kerajaan yang berjuang untuksupremasi di China timur-tengah.

Negara bagian Qin, yang berbasis di dataran Sichuan, akhirnya menang pada tahun 221 SM di bawah kepemimpinan Raja Zheng yang kejam.

Raja yang menang kemudian menobatkan dirinya dengan gelarQin Shi Huangdi (259–210 SM), Kaisar Qin Pertama.

Shi Huangdimulai membentuk wilayahnya yang beragam menjadi satu kerajaan China yang patuh pada kehendaknya.

Dia membagi daerah kekuasaannya menjadi36 wilayah komando, masing-masing diawasi oleh seorang gubernur,komandan militer, dankekaisaran, yang semuanya wajib lapor kepadanya.

Dia memindahkan ratusan ribu keluarga berpengaruh dari provinsi asal mereka ke ibu kota, Xianyang, agar bisa diawasi.

Senjata disita dan dilebur. Mata uang kekaisaran baru dikeluarkan.

Kaisar juga menyeragamkan tulisan-tulisan China, sehinggasemua kata dengan arti yang sama dalam berbagai bahasa negara cukup diwakilkan dengan satu karakter yang sama.

Shi Huangdi secara brutal menekan perbedaan pendapat. Beberapa catatan mengatakan bahwa 460 cendekiawan ditangkap dan dieksekusi.

Seluruh buku dan teks-teks yang merekagunakan untuk mengkritik pemerintah disita dan dibakar.

Warga dari semua peringkat didorong untuk saling menginformasikan; mereka yang dihukum karena kejahatan dieksekusi, dimutilasi, atau dihukum kerja paksa.

Ratusan ribu pria ditugaskan bergabung sebagai pasukan yang bertahanmelawan pengembara Xiongnu di utara dan suku-suku lain di selatan.

Ratusan ribu lainnya bekerja keras untuk membangun istana, kanal, dan jalan.

Menurut sejarawan Han Sima Qian, mereka juga membangun “pertahanan perbatasan di sepanjang sungai Kuning,membangun 44 kota distrik bertembok yang menghadap ke sungai."

Proyek itu kemudian memakan banyak nyawa pekerja dan menandai awal berdirinya Tembok Besar China.

Baca Juga: Ibunya Selir Kesayangan Kaisar, Bukannya Jadi Raja, Pangeran Dinasti Ming Ini Malah Tewas Dieksekusi oleh Pemberontak, Kematiannya Digambarkan Sangat Mengerikan

(*)

Artikel Terkait