Intisari-Online.com - Pasukan gabungan TNI-Polri mendapat tantangan perang dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KBB) di Papua.
Hal itu disampaikan oleh juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Sebby Sambom.
Di mana Sebby Sambom menyatakan, pemimpin KKB Lekagak Telenggen dan kelompoknya menantang pasukangabungan TNI-Polri.
Sebab, merekabelum keluar dari Kabupaten Puncak yang sudah dikepung aparat keamanan.
"Sampai detik ini pasukan TNI-Polri belum masuk area perang," ujar Seby melalui keterangan tertulis.
"Lekagak mereka ada tunggu TNI-Polri di muara itu. Dan TNI-Polri boleh masuk perang lawan pasukan TPNPB," kata dia.
Tantangan perang daripemimpin KKB Lekagak Telenggen ini langsung mendapat tanggapan dari aparat keamanan.
Namun mereka tidak mau terpancing dan akan melihat situasi.
Walau begitu,pasukangabungan TNI-Polri tidak gentar atas tantangan perang itu.
Sebab ini bukan kali pertama KKB Papua memberikan tantangan perang kepadapasukangabungan TNI-Polri.
Dan itu sedikit ironi.
Ini karenasalah satu pemimpin KKB Papua lainnya mengaku takut jika berperang denganpasukangabungan TNI-Polri.
Dia adalah pemimpin KKBEgianus Kogoya.
Kelompok KKB Egianus Kogoyamerupakan 1 dari 7 kelompok KKB yang masih aktif di Papua.
Diperkirakan anggota kelompokEgianus Kogoya sekitar 50 orang dengan masing-masing memegang senjata militer yang cukup canggih.
Sama banyaknya dengan kelompok KKB PapuaLekagak Telenggen.
TapiEgianus Kogoya pernah menyampaikan diabegitu takut jika berperang dengan TNI?
Hal itu pernah disampaikanEgianus Kogoya dalamakun facebook TPNPB pada tahun 2018 silam.
Dalam unggahan itu, pihakEgianus Kogoya mengaku tidak mau berperang dengan TNI jika mereka memakaihelikopter dan bom.
Unggahan Egianus Kogoya itu jelas berbanding terbalik dengan pernyataan siap berperang dengan TNI bukan?
Baca Juga: Tidak Modal, KKB Papua Curi Senapan Milik Indonesia, LaluBerbalikTembak Pasukan Gabungan TNI-Polri