Advertorial

Nano-nano Cerita Seputar Tes CPNS: Ada yang Melahirkan Saat Tes Akan Dimulai hingga Istri Menangis Terharu: Karena Mencurigakan Sempat Dibuntuti Panitia

Muflika Nur Fuaddah
Muflika Nur Fuaddah

Editor

Salah satu peserta tes CPNS Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Selatan, bernama Sumalian Arieyanto, menjadi buah bibir.
Salah satu peserta tes CPNS Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Selatan, bernama Sumalian Arieyanto, menjadi buah bibir.

Intisari-Online.com - Fransiska Dalima, perempuan asal Manggarai, Nusa Tenggara Barat, tak kuasa menahan tangis setelah tahu suaminya, Heribertus Martinus Moskati, meraih nilai tertinggi dalam tes seleksi CPNS.

Seperti diketahui, Heribertus meraih angka 436 pada sesi ketiga tes CPNS di Kabupaten Manggarai tersebut.

Hati Fransiska pun luluh dan hanya bisa memeluk erat suaminya sembari berlinang air mata.

Sementara itu, panitia tes CPNS di Tasikmalaya terpaksa menggeledah barang-barang milik peserta sebelum masuk ke ruang ujian.

Baca Juga: Disebut Mampu Matikan Virus Corona, Singapura Rilis Daftar 18 Produk Kebersihan yang Efektif Terhadap Virus Corona, Apa Saja?

Pihak panitia ingin memastikan tidak ada barang terlerang yang dibawa peserta, termasuk jimat.

Selain itu, seorang peserta tes CPNS di Lampung terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena hendak melahirkan saat akan mengikuti ujian.

Berikut ini kisah unik sejumlah peserta tes CPNS:

1. Tangis istri untuk Heribertus Martinus

Baca Juga: Tak Mau Disamakan dengan Sunda Empire, Kerajaan Mulawarman Tunjukkan SK Kemenkumham, Bahkan Sempat Dapat Hibah dari Kutai Kartanegara!

Setelah sesi ketiga seleksi kompetensi dasar pada Selasa (4/2/2020), Fransiska terkejut suaminya mendapat nilai 436.

Nilai tersebut merupakan nilai tertinggi sementara dari seluruh peserta yang mencapai passing grade atau ambang batas kelulusan.

Fransiska pun langsung menghampiri suaminya dan memeluk erat.

Baca Juga: Kabur dari Rumah Orang Tuanya dan Jadi Sorotan Publik, Putri Jackie Chan Nyatanya Pilih Hidup Bersama Pasangan Sesama Jenisnya, Nekat Nikah Tanpa Seijin Ayah Ibunya

Air matanya pun tak terbendung setelah mengetahui suaminya lulus pada ujian seleksi kompetisi dasar CPNS di Kabupaten Manggarai Timur.

"Siapapun ya, pasti merasa bangga dan bahagia ketika melihat suaminya mendapatkan nilai yang sangat memuaskan."

"Ternyata usaha kami selama ini tidak sia-sia. Hari ini kami benar memahami arti dari sebuah ketekunan dan perjuangan," kata Fransiska.

Baca Juga: Lenyapkan Dana yang Bisa Bikin Kaya Tujuh Turunan, Penipu Ulung yang Dihukum 150 Tahun Penjara Ini Kini Merengek Minta Dibebaskan karena Umurnya Tinggal 18 Bulan, Korbannya Selebritas Papan Atas Dunia

2. Selesaikan soal tes dalam waktu 37 menit

Salah satu peserta tes CPNS Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Selatan, bernama Sumalian Arieyanto, menjadi buah bibir.

Pasalnya, Sumalian menyelesaikan 100 soal tes seleksi kemampuan dasar (SKD) dalam waktu kurang lebih 37 menit.

Baca Juga: Lenyapkan Dana yang Bisa Bikin Kaya Tujuh Turunan, Penipu Ulung yang Dihukum 150 Tahun Penjara Ini Kini Merengek Minta Dibebaskan karena Umurnya Tinggal 18 Bulan, Korbannya Selebritas Papan Atas Dunia

Namun, berdasarkan hasil tes, Sumalian dinyatakan lolos passing grade yang telah ditentukan.

"Dia terburu-buru. Namun dia lulus passing grade," kata Kasubag Humas Kemenkumham Kalimantan Selatan, Eko Sulis, Selasa (4/2/2020).

3. Joki CPNS lari kocar-kacir

Baca Juga: Perihal Pemulangan 660 WNI eks ISIS, Presiden Jokowi Tolak Pulangkan, Menteri Agama: Tentu Ada Banyak Hal yang Dipertimbangkan

Panitia tes CPNS di Kabupaten Gowa memergoki seseorang yang diduga joki.

Hal tersebut terjadi pada sesi keempat seleksi CPNS Gowa, di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Selasa (4/2/2020) lalu.

Menurut Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Gowa, Muh Basir, panitia mencurigai terhadap oknum tersebut saat joki dilakukan pemeriksaan barcode di kartu tes.

"Karena mencurigakan sempat dibuntuti oleh panitia. Namun peserta ini kabur. Sepertinya sudah ada temannya yang siap menjemput di parkiran," kata Basir.

Baca Juga: 1 Bulan Pasca Mundur dari Kerajaan Inggris, Begini Kehidupan Harry dan Meghan Markle Sekarang dan Inilah Sosok yang Menggantikan Keduanya dalam Tugas Kerajaan

4. Geledah jimat dan barang terlarang

Tak mau kecolongan, panitia tes CPNS di Kota Tasikmalaya melakukan penggeledahan secara manual, selain menggunakan alat khusus termasuk metal detector.

Alasannya, pemeriksaan manual untuk mengantisipasi peserta yang membawa jimat ke dalam ruang ujian.

"Kalau alat pendeteksi khusus untuk jimat tidak ada. Kita hanya pakai pemeriksaan untuk manual, penggeledahan saja seperti ini. Sebetulnya bukan hanya jimat, peserta tak diperbolehkan bawa apa pun ke ruang ujian kecuali kartu peserta," jelas Kepala Kantor Regional III BKN Bandung, Imas Sukmariah, saat diwawancara wartawan, Selasa siang.

Saat itu, panitia menggeledah pakaian hingga celana milik peserta.

Baca Juga: Jadi 'Pembunuh' Nomor 2 Bagi Wanita Indonesia, Ini Gejala Kanker Serviks, Salah Satunya Keputihan yang Tidak Biasa

5. Sebanyak 30 ibu hamil ikut tes

Kurang lebih 30 ibu hamil mengikuti tes seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang diadakan di Institut Teknologi Sumatera (Itera), Lampung, Senin (3/2/2020).

Puluhan ibu hamil yang mengikuti pelaksanaan tes CPNS hari kedua untuk daerah Kabupaten Pesawaran itu memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh panitia pelaksana dari kampus Itera.

Rafiko Zalni mengatakan, dia dan para ibu hamil lain merasa terbantu dengan adanya fasilitas yang disediakan panitia.

“Kami terbantu sekali, tetap nyaman mengikuti tes (seleksi CPNS) walaupun sedang hamil. Nggak perlu naik tangga juga, ada lift khusus,” kata Rafiko di lokasi, Senin (3/2/2020).

Baca Juga: Tidak Pernah ke China Tapi WNI di Singapura Positif Kena Virus Corona, Kok Bisa? Ternyata dari Sini Dia Tertular

6. Melahirkan saat tes

Salah satu peserta tes CPNS di Lampung, Yesti Yulianti (26), melahirkan saat hendak mengikuti tes seleksi kompetensi dasar (SKD) di Kampus Intitut Teknologi Sumatera (Itera) Lampung, Selasa (4/2/2020) pagi.

Seperti diketahui, Yesti tetap mengikuti tes seleksi CPNS untuk farmasi Ahli I Guru Bimbingan Konseling di Pemkab Pesawaran, meski sudah hamil tua.

“Alhamdulillah, (CPNS) masih ada tahun depan. Kalau melahirkan ini kan enggak bisa ditunda. Alhamdulillah dimudahkan persalinannya kemarin,” kata Yesti di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Puri Betik Hati, Bandar Lampung, Rabu (5/2/2020).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita Seputar Tes CPNS, Melahirkan Saat Tes Akan Dimulai hingga Istri Menangis Terharu

Artikel Terkait