Penulis
Intisari-Online.com -Dalam kajian sosilogi, mobilitas sosial sering diartikan sebagai perpindahan yang mengarah ke atas atau ke bawah dalam lingkungan sosial secara hierarki.
Sementara menurut Anthony Gidden mobilitas sosial adalah sesuatu yang merujuk pada gerakan dari seorang individu dan kelompok-kelompok di antara kedudukan-kedudukan sosial ekonomi yang berbeda.
Lalu yang termasuk faktor pendorong mobilitas sosial adalah sebagai berikut...
Pendeknya, mobilitas sosial merupakan gerak dalam struktur sosial.
Di dalamnyaterjadi perpindahan individu atau kelompok dari strata sosial yang satu ke strata sosial yang lain.
Tujuan seseorang melakukan mobilitas sosial tentunya untuk mendapatkan perubahan.
Perubahan tersebut mencakup dalam beberapa hal, misalnya perubahan dalam segi ekonomi atau pendidikan.
Dalam buku Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan (2004) karya Bagong Suyanto, disebutkan ada enam faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan mobilitas sosial.
Berikut penjelasnnya:
Faktor struktural
Faktor struktural merupakan jumlah relatif dari kedudukan tinggi yang dapat dan harus diisi, serta kemudahan untuk memperolehnya.
Ada dua aspek dalam faktor ini, yaitu struktur pekerjaan dan perbedaan tingkat kelahiran.
Baca Juga: Bentuk-bentuk Mobilitas Sosial yang Terjadi di Masyarakat Lingkungan Tempat Tinggal dan Contohnya
Contoh struktur pekerjaan, masyarakat yang menggantungkan ekonominya pada sektor industri cenderung memperluas lapangan kerja di tingkat menengah dan atas.
Hal ini menyebabkan mobilitas sosial dalam masyarakat industri cenderung tinggi.
Sementara perbedaan tingkat kelahiran berhubungan dengan perbedaan tingkat kelahiran antara masyarakat berstatus sosial rendah dengan masyarakat berstatus sosal menengah dan atas.
Hal ini dapat dilihat dari perbedaan tingkat kelahiran antara desa dan perkotaan.
Individu
Faktor individu mengacu pada kualitas seseorang.
Baik itu dilihat dari segi pendidikan, ekonomi, penampilan, atau keterampilan pribadi.
Status Sosial
Ketika manusia dilahirkan, ia akan mengikuti status sosial yang dimiliki oleh keluarganya.
Ketidakpuasan seseorang atas status yang diwariskan oleh keluarganya, dapat memicu terjadinya mobilitas sosial.
Mobilitas tersebut demi memperoleh status yang lebih baik dari status yang diwariskan oleh keluarganya.
Baca Juga: Bagaimana Peranan Media Sebagai Saluran Mobilitas Sosial untuk Mencapai Mesuksesan?
Ekonomi
Dilansir dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, kondisi ekonomi juga salah satu faktor pendorong terjadinya mobilitas sosial.
Misalnya, bagi sebagian masyarakat yang tinggal di daerah kurang menguntungkan.
Tentu akan mendorong mereka untuk melakukan urbanisasi ke kota secara besar-besaran.
Dengan harapan mendapatkan kehidupan ekonomi yang lebih baik.
Demografi (Kependudukan)
Faktor kependudukan mengacu pada bertambahnya jumlah dan kepadatan penduduk dalam suatu wilayah.
Pertambahan tersebut berdampak pada sempitnya pemukiman, berkurangnya lapangan pekerjaan, dan kualitas lingkungan menjadi buruk.
Masalah tersebut dapat memicu seseorang untuk melalukan migrasi ke wilayah lain yang lebih baik.
Situasi Politik
Kondisi politik yang tidak stabil dalam suatu wilayah juga dapat memicu terjadinya mobilitas sosial.
Biasanya seseorang meninggalkan wilayah tersebut demi memperoleh jaminan keamanan.
Jadi,yang termasuk faktor pendorong mobilitas sosial adalah enam faktor di atas, semoga bermanfaat.
Baca Juga: Pemerintah Siapakan Sejumlah Strategi Guna Cegah Lonjakan Kasus Selama Libur Panjang