Find Us On Social Media :

Ferdy Sambo Masih Bantah Perintahkan Tembak Brigadir J: 'Hanya Menghajar'

By Muflika Nur Fuaddah, Kamis, 13 Oktober 2022 | 17:13 WIB

Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi kala melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

Intisari-Online.com - Kuasa hukum Ferdy Sambo, Febri Diansyah, menyebut bahwa kliennya mengaku hanya memerintahkan Bharada Eliezer untuk menghajar dan tidak menembak Brigadir Yosua.

Sebelumnya, kasus pembunuhan berencana Brigadir J ini sudah menemukan para tersangkanya, yakni Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi, Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf.

Kelimanya disangkakan diduga melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 56 ke-1 KUHP.

Sementara untuk perkara obstruction of justice di penyidikan Brigadir J telah ditetapkan 7 tersangka.

Para tersangka itu adalah Ferdy Sambo, Brigjen Hendra Kurniawan, Kombes Agus Nurpatria, AKBP Arif Rahman, Kompol Baiquni Wibowo, Kompol Chuck Putranto, dan AKP Irfan Widyanto.

Para tersangka obstruction of justice itu diduga melanggar Pasal 49 jo Pasal 33 dan/atau Pasal 48 ayat 1 jo Pasal 32 ayat (1) Nomor 19 Tahun 2016 UU ITE.

Selain itu, mereka juga dijerat Pasal 55 ayat (1) dan/atau Pasal 221 ayat (1) ke-2 dan/atau Pasal 233 KUHP.

Meski masih terlihat ada pembelaan dari Sambo, Mantan Hakim Agung Gayus Lumbuun mengatakan bahwa memang jarang ada tersangka atau terdakwa mengakui perbuatannya di hadapan penegak hukum.

"Tidak ada tersangka atau terdakwa mengaku jujur dalam prospeknya."

"Hampir semua secara umum tidak pernah mengakui perbuatannya dan itu hal yang biasa, manusiawi," kata kata Gayus sebagaimana diwartakan Kompas.com, Rabu (12/10/2022). 

"Seringkali terdakwa dan saksi mengubah keterangan dan itu tidak masalah. Tentu hakim akan menggunakan logikanya supaya tidak salah dalam memutus perkara."