Find Us On Social Media :

Viral di Media Sosial Mengenai Keranda Jenazah yang Dihanyutkan di Sungai, Begini Penjelasan Kades di Jawa Timur Ini

By Muflika Nur Fuaddah, Jumat, 4 Desember 2020 | 18:00 WIB

Video yang menunjukkan warga menuju TPU Dusun Gorekanlor, dengan cara menghanyutkan keranda mayat, lantaran debit air sungai sedang tinggi.

Intisari-Online.com - Sebuah video memperlihatkan keranda jenazah yang dihanyutkan melewati sungai saat menuju tempat pemakaman umum (TPU) viral di media sosial.

Dalam video berdurasi dua menit 28 detik itu, jenazah itu dimakamkan di Dusun Gorekanlor, Desa Cermenlerek, Kecamatan Kedamean, Gresik, Jawa Timur.

Video yang diunggah salah satu akun Facebook itu telah disukai 1.336 warganet dan mendapat 469 komentar.

Kepala Desa Cermenlerek Mochammad Suhadi mengatakan, perisitiwa yang viral itu terjadi pada Kamis (3/12/2020).

Baca Juga: Merengek Bantuan ke Australia, Taiwan Mulai Kewalahan? Ini Perbandingan Kekuatan Militer China dan Taiwan

"Jadi ada warga kami yang meninggal pada Rabu malam, tapi dimakamkan Kamis," ujar Suhadi saat dikonfirmasi, Jumat (4/12/2020).

Suhadi menjelaskan, jenazah dalam keranda itu merupakan warga Dusun Gorekanlor yang bernama Kasti (71).

Kasti meninggal karena sakit.

Sejatinya, jenazah Kasti bisa dimakamkan di TPU yang berada di dusun sebelah, Dusun Gorekankidul.

Baca Juga: Ambisi di Akhir Tahun: Indonesia Sangat Ingin Segera Miliki Jet Tempur Rafale Prancis

Sebab, setiap dusun telah memiliki TPU.

Namun, keluarga meminta Kasti tetap dimakamkan di TPU Dusun Gorekanlor karena banyak kerabat yang dimakamkan di sana.

Menurut Suhadi, akses menuju TPU Dusun Gorekanlor memang harus melewati sungai tersebut.

Biasanya, sungai itu bisa dilintasi oleh warga.

Baca Juga: Sukses Keluar Dari Tubir Resesi, Australia Dihadapkan Dengan Peluang Kecil Bisa Selamat Hidup-hidup dari Perang Dagang Dengan China

Keranda jenazah bisa diusung seperti biasa, tak perlu dihanyutkan.

"Ketika tidak musim penghujan ya bisa dilintasi, tapi karena kemarin debit air sungai tinggi, maka dihanyutkan, warga sini sudah biasa seperti itu," kata dia.

Karena sudah biasa, warga tak asal menghanyutkan keranda jenazah.

Keranda jenazah diletakkan di atas sejumlah ban bekas yang telah ditata.

Baca Juga: Drupadi Punya Lima Suami Pandawa, Ini Kisah Sebenarnya Menurut Tradisi India

Setelah itu, keranda ditarik menggunakan tali dari seberang sungai.

Sementara para pelayat berenang di bagian kiri dan kanan keranda.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi jika keranda jenazah terbawa arus sungai.

Usulan pengadaan jembatan Pemerintah Desa Cermenlerek sudah mengusulkan pengadaan jembatan di sungai itu pada musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang).

Baca Juga: Kewalahan? Jenderal AS hingga Berkata: 'Kita Butuh Revolusi Teknologi untuk Bisa Kalahkan China'

Usulan itu sempat dibahas setelah video pemakaman jenazah di lokasi yang sama juga sempat viral di media sosial pada 2019.

Namun, karena satu dan lain hal, pengadaan jembatan tak jadi dilaksanakan.

Apalagi, anggaran dana desa juga terserap untuk fokus penanganan dan pencegahan Covid-19.

Sementara itu, Camat Kedamean Arifin mengakui warga Dusun Gorekanlor sempat mengusulkan pembangunan jembatan yang menghubungkan dengan TPU setempat.

Baca Juga: Sepekan Jelang Pernikahan Mempelai Pria 'Menghilang', Pasangan Ini Akhirnya Ijab Kabul di Kantor Polisi, Ada Apa?

Tetapi, rencana pengadaan itu batal karena ada wacana revitalisasi Kali Lamong.

Selain itu, anggaran dana desa juga fokus kepada penanganan Covid-19.

"Opsi rencana pembangunan jembatan itu sudah tidak ada."

"Pemkab melalui Dinas Pertanahan sedianya akan membeli lahan untuk pemakaman warga Dusun Gorekanlor, namun karena mungkin saat ini ada pandemi Covid-19, jadi tidak bisa dilakukan pada tahun ini," kata Arifin.

Baca Juga: Balas Dendam Iran Tertunda Gegara Biden, Jika Berperang Seperti Apa Perbandingan Kekuatan Militer Israel dan Iran?

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Video Viral Keranda Jenazah Dihanyutkan untuk Menyeberangi Sungai, Ini Penjelasan Kades"