Find Us On Social Media :

17 Tahun Diburu, Ini Kisah Tim Pemburu Kopassus Berhasil Bekuk Xanana Gusmao dalam Serangan Kilat, Pemimpin Timor Timur Itu Hanya Kenakan Celana Pendek dan Ketakutan

By Tatik Ariyani, Minggu, 13 September 2020 | 12:34 WIB

Xanana Gusmao memberikan keterangan kepada wartawan

Intisari-Online.com - Komando Pasukan Khusus (Kopassus) kerap mengemban misi-misi dengan tingkat kesulitan sangat tinggi.

Menyamar dan menyusup jauh ke sarang musuh dengan risiko nyawa melayang jika tertangkap bukanlah hal yang asing bagi Kopassus saat bertugas.

Berbagai misi sudah dilakukan oleh Korps Baret Merah ini, salah satunya saat menangkap pemimpin Timor Timur (Timtim) Xanana Gusmao.

Mengutip Majalah Commando edisi 04/X/2014, usai presiden Fretilin Nicolau Lobato mati disambar timah panas TNI pada 31 Desember 1978, praktis partai garis keras penentang intergrasi Timtim ke Indonesia ini hanya menyisakan sosok pemimpin di tangan Xanana Gusmao.

Baca Juga: Aksi Militer Tiongkok Bikin India Meradang, Lima Warga Sipil India Ditahan Tanpa Alasan di Perbatasan Tibet, Bisa Bebas Karena India Berani Lakukan Hal Ini

Masyarakat Timtim sendiri yakin jika Xanana Gusmao layaknya si Pitung Betawi yang sulit ditangkap oleh musuh.

Namun tidak bagi TNI. Bermula terjadinya serangan kelompok bersenjata di Mercado Baucau pada 5 Oktober 1992 saat berlangsungnya pameran pembangunan dalam rangka HUT TNI, seorang prajurit dari Yonif 315 gugur dan senjatanya dirampas.

Mendapati adanya sinyalemen bahaya ini, Satuan Tugas Pasukan Khusus (Satgaspassus-X) Kopassus merespon cepat.

Dibawah pimpinan Letkol Inf Mahidin Simbolon, Satgaspassus-X mulai bergerak dengan kekuatan 8 perwira, 12 bintara dan dua tamtama.

Baca Juga: Cekik Istrinya Sampai Mati, Suami Ini Tidur di Atas Kuburan Istrinya yang Berada di Bawah Ranjangnya Selama 40 Hari