Find Us On Social Media :

Sudah Menyebar di Malaysia, Filipina dan Singapura, Mutasi Virus Corona D614G Kini Serang Myanmar, Pemerintah Lakukan Langkah Darurat Ini

By Maymunah Nasution, Sabtu, 22 Agustus 2020 | 07:35 WIB

Peneliti Sebut Virus Corona Sudah Ditemukan pada Tubuh Penambang Asal China Sejak 2012 Lalu: Mereka Sakit 14 Hari, Batuk, dan Demam

Intisari-online.com - Myanmar telah mengunci ibu kota Negara Bagian Rakhine yang dilanda konflik, setelah muncul wabah virus corona baru yang menurut para pejabat lebih menular dari yang sebelumnya terlihat di negara itu.

Sebanyak 19 orang positif terkena virus corona di wilayah Barat Myanmar sejak Senin (17/8).

Ini merupakan penularan lokal pertama di Myanmar dalam beberapa bulan terakhir, sehingga total kasus menjadi 409.

Myat Htut Nyunt, Wakil Direktur Departemen Penelitian Medis Myanmar, mengatakan, jenis virus itu sama dengan mutasi yang terdeteksi awal pekan ini di Malaysia, yang telah ditemukan di Eropa, Amerika Utara, dan beberapa bagian Asia, serta lebih menular.

Baca Juga: Ini 8 Bagian Tergeli pada Wanita yang Sensitif dan Menyenangkan Mereka

"Jadi, kami ingin memberi tahu orang-orang bahwa virus jenis ini memiliki tingkat penularan yang lebih cepat," kata Nyunt, Jumat (21/8), seperti dikutip Reuters.

Mutasi itu dinamakan D614G, mutasi dari rantai G virus Corona.

Sebagian besar kasus baru-baru ini terjadi di Kota Sittwe.

Pemerintah setempat telah mengeluarkan perintah tinggal di rumah dan memberlakukan jam malam.

Baca Juga: Covid Hari Ini 21 Agustus 2020: Gaji dan APD Tidak Terpenuhi, Ratusan Dokter di Negara Ini Mogok, Sedangkan Ini Hasil Herd Immunity Swedia

Maskapai domestik menangguhkan layanan antara Sittwe dan Yangon.

Puluhan ribu orang tinggal di kamp-kamp pengungsian di seluruh Rakhine karena pertempuran antara pasukan pemerintah dan pemberontak etnis.

Sittwe juga merupakan rumah bagi kamp-kamp dengan sekitar 100.000 Muslim Rohingya telah dikurung sejak pecahnya kekerasan pada 2012.

Warga Rohingya sebagian besar ditolak kewarganegaraannya dan menghadapi pembatasan ketat atas kebebasan bergerak dan akses ke perawatan kesehatan.

Baca Juga: 5 Cara Mudah Nonton Netflix Gratis Tanpa Harus Pakai yang Ilegal

Kyaw Hla, pemimpin komunitas di salah satu kamp, ​​mengungkapkan, staf pemerintah telah berkunjung pada Jumat (21/8), tetapi kondisinya terlalu buruk untuk mengikuti saran tentang jarak sosial dan kebersihan.

"Tidak boleh tinggal di sini, di ruangan kecil dengan banyak orang.

"Kami selalu memiliki kekhawatiran di kamp, ​​Covid-19 atau masalah lainnya.

"Keluarga tinggal di kamar berukuran 8 kali 10 kaki atau 8 kaki kali 14 kaki. Tidak akan menjadi lebih baik," ungkapnya.(*)

Baca Juga: Pre Order Promo Film Streaming Disney+ Hotstar Lewat Telkomsel Hanya Rp 15 Ribu Sebulan

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul "Virus corona yang sangat menular menyerang, Myanmar lockdown Kota Sittwe"

Ingin mendapatkan informasi lebih lengkap tentang panduan gaya hidup sehat dan kualitas hidup yang lebih baik?Langsung saja berlangganan Majalah Intisari. Tinggal klik di sini