Find Us On Social Media :

Diet Pepaya Memang Ampuh Turunkan Berat Badan, Tapi Orang dengan Kondisi Ini Justru Tak Boleh Mengonsumsinya

By K. Tatik Wardayati, Jumat, 22 Maret 2019 | 19:00 WIB

Intisari-Online.com – Banyak orang ingin memiliki bentuk badan yang ideal. Berbagai cara dilakukan untuk itu, mulai dari mengubah pola makan, olahraga, dan mengubah pola hidup.

Mengatur pola makan dengan diet teratur dapat dilakukan. Salah satu diet yang ditawarkan saat ini adalah diet pepaya, yang diklaim dapat menurunkan berat badan dalam waktu 5 hari saja.

Berdasarkan Medical News Today, pepaya dapat mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes, kanker, membantu pencernaan, meningkatkan kontrol glukosa darah pada penderita diabetes, menurunkan tekanan darah, hingga mempercepat penyembuhan luka.

Baca Juga : Diet Pepaya, Cara Cepat Turunkan Berat Badan Dalam 5 Hari, Yuk!

Sebab pepaya mengandung vitamin C & A yang sangat baik, folat magnesium, tembaga, asam pantotenat serta serat yang bagus untuk pencernaan, seperti yang dilansir dari Livestrong.

Buah berwarna oranye ini juga mengandung vitamin B, alfa dan beta-karoten, lutein dan zeaxanthin, vitamin E, kalsium, kalium, vitamin K, dan lycopene, antioksidan kuat yang paling sering dikaitkan dengan tomat.

Sehingga tidak heran jika pepaya dapat mencegah berbagai penyakit.

Karenanya sangat bisa membuat yang mengonsumsinya secara rutin sehat.

Baca Juga : Wahai Pria Waspadalah Saat Makan Pepaya, Sperma Anda Taruhannya

Sayangnya, bagi orang yang mempunyai alergi terhadap lateks tidak diperkenankan untuk mengonsumsi buah ini.

Lateks merupakan getah susu yang diproduksi oleh beberapa tanaman, salah satunya yang terdapat pada pohon pepaya.

Tanaman biasanya melepaskan lateks setelah mereka 'terluka', dengan cara yang sama seperti manusia berdarah setelah cedera. 

Tanaman menggunakan lateks sebagai pertahanan terhadap serangga.

Baca Juga : Tak Cuma Buahnya, Ternyata Biji Pepaya pun Berkhasiat, Jadi Jangan Main Buang Saja, Ya!

Selain nutrisi di atas, pepaya juga mengandung enzim yang disebut chitanases.

Enzim ini dapat menyebabkan reaksi silang antara lateks dan makanan yang mengandungnya.

Singkatnya, sistem kekebalan tubuh merespons makanan, menghasilkan gejala alergi yang sama seperti yang akan terjadi dengan paparan lateks.

Reaksi silang tidak sama untuk semua orang. Sementara beberapa orang bereaksi terhadap semua makanan yang diketahui menyebabkan reaksi silang, yang lain mungkin tidak.

Baca Juga : 7 Manfaat Luar Biasa Jus Daun Pepaya, dari Dapat Lawan Kanker hingga Kurangi Efek Kemoterapi

Beberapa buah yang memungkinkan seseorang terkena alergi antara lain, stroberi, nanas, pir, nektarin, ceri, markisa, pepaya , melon, anggur, buah ara, prem, persik, kiwi, pisang, dan apel.

Ada beberapa jenis alergi terhadap lateks.

Hipersensitivitas lateks (tipe 1)

Ini adalah bentuk alergi serius dan langka yang menyebabkan reaksi langsung yang parah yang dapat mengancam jiwa.

Baca Juga : Tak Hanya Lezat dan Sehatkan Tubuh, Pepaya Juga Bisa Obati Jerawat, Lo, Ini Caranya

Beberapa orang dengan hipersensitivitas lateks tipe 1 mungkin juga bereaksi dengan cara yang mirip dengan sengatan lebah.

Tidak hanya bersentuhan langsung dengan lateks, orang-orang yang sangat alergi terhadap lateks dapat bereaksi terhadap pakaian, sepatu, dan hal-hal lain yang mengandung lateks karet alam (karet gelang, sarung tangan karet, dll).

Dermatitis kontak alergi

Orang dengan dermatitis kontak alergi memiliki reaksi kulit yang tertunda dan ruam setelah kontak dengan lateks.

Baca Juga : Dari Kura-kura ‘Terbang’ hingga Berebut Kabin untuk Pepaya, Inilah Kisah-kisah Lucu dan Berbahaya di Pesawat

Dermatitis kontak alergi disebabkan oleh aditif dan bahan kimia yang digunakan untuk memproses karet.

Dermatitis kontak iritan

Ini adalah jenis reaksi yang paling umum dan juga yang paling ringan. Ini menyebabkan area kering, gatal, dan teriritasi pada kulit.

Biasanya reaksi setelah bersentuhan dengan lateks ini adalah lesi kulit yang terbakar dan bersisik.

Baca Juga : Buah Ini Mengalami 'Krisis Identitas Diri', Menurut Anda Lebih Mirip Jeruk tau Pepaya?

Untuk mengobati reaksi alergi ini, dokter akan memberi  antihistamin, adrenalin, dan steroid.

Cara paling efektif untuk mengobati alergi jenis ini adalah dengan menghindari produk yang mengandung lateks.(Rosiana Chozanah)

Artikel ini telah tayang di GridHealth.id dengan judul “Diet Pepaya Bagus Untuk Turunkan Berat Badan, Tapi Orang dengan Kondisi Ini Sebaiknya Tak Mengonsumsinya”.