Advertorial

Benarkah Orang Narsis Kerap Menyalahgunakan Hubungan Percintaannya?

Moh. Habib Asyhad
Kontributor 01
,
Moh. Habib Asyhad

Tim Redaksi

Orang dengan gangguan narsistik cenderung lebih mudah lakukan kekerasan pada kekasihnya. Simak penjelasan yang sebabkan perilaku tersebut.
Orang dengan gangguan narsistik cenderung lebih mudah lakukan kekerasan pada kekasihnya. Simak penjelasan yang sebabkan perilaku tersebut.

Intisari-Online.com - Orang dengan gangguan kepribadian narsistik lebih mudah melakukan kekerasan pada kekasihnya.

Tidak dapat dipungkiri, dalam hubungan percintaan ternyata masih dapat timbul bentuk kekerasanbaik fisik maupun seksual.

Tentu tidak bisa dibayangkan mengapa seseorang yang mengaku mencintai Anda begitu tega menyakiti dan merusak hubungan.

Konon, orang dengan gangguan kepribadian narsistik adalah salah satu yang paling berpeluang menyalahgunakan hubungan percintaan.

Melansir dari Psychology Today, ternyata ada 2 penyebab orang dengan gangguan narsistik menjadi kasar terhadap pasangan.

Baca Juga :Sudah Coba Fitur Baru Yang Disuguhkan Instagram Ini? Menarik Lho

1. Rendah Empati

Orang dengan gangguan narsistik memiliki lebih sedikit kepekaan untuk merasakan apa yang dialami orang lain.

Memiliki empati emosional padahal dapat mengurangi kemungkinan menyakiti orang lain.

Namun, orang dengan gangguan narsistik dapat memiliki empati intelektual.

Empati intelektual merupakan kemampuan memahami secara kognitif apa yang dirasakan orang lain.

Ini membuat orang dengan gangguan narsistik memiliki pengetahuan atas keadaan orang lain tetapi dengan motivasi peduli yang rendah.

Oleh karena itu, pasangan dengan gangguan narsistik sulit untuk memahami betul kesulitan Anda.

2. Menganggap Segalanya Sempurna

Baca Juga :Terimbas Letusan Gunung Merapi? Begini 5 Aturan Menghadapi Hujan Abu Vulkanik

Ternyata orang dengan gangguan narsistik tidak dapat menerima seseorang yang tidak sempurna di matanya.

Selain itu, kemampuan untuk mempertahankan hubungan emosional positif dengan kekasih seperti rasa marah, frustasi, kecewa, dan terluka juga sangat buruk.

Apabila orang dengan gangguan narsistik mengetahui kekurangan Anda, ini akan membuatnya lebih ingin merusak pasangannya secara emosional dan fisik.

Tentu saja, sulit untuk menjadi sempurna apalagi di mata pasangan.

Meski sulit menjalin hubungan dengan orang yang miliki gangguan narsistik, kabar baiknya adalah mereka dapat mudah diprediksi.

Orang dengan gangguan narsistik cenderung menjalin hubungan dengan pola yang sama berkali-kali.

Anda dapat belajar mencermati bagaimana pola perilaku pasangan di setiap tahap hubungan.

Apabila Anda dapat menaklukan pasangan dengan gangguan narsistik tentu akan sangat berguna dalam kelangsungan hubungan.

Tetapi, memutuskan berhenti atau berlanjut adalah sepenuhnya hak Anda. (Intisari-Online.com/Tiur Renata)

Baca Juga :Kerap Mendapat Siksaan, Ini 5 Alasan Wanita Bertahan dalam Hubungan Penuh Kekerasan atau KDRT

Artikel Terkait