Advertorial
Intisari-online.com - Kisah-kisah dan misteri penemuan surat dalam botol memang banyak sekali ditemukan, termasuk kisah baru-baru ini.
Seorang pria dari Alaska Tyler Ivanoff yang sedang mencari kayu bakar dikejutkan dengan temuan tidak biasa.
Sebuah botol berwarna hijau, yang telah terabaikandalam waktu lama,dan terombang-ambing di lautan kondisinya masih utuh.
Mengutip Harian Metro, pada Senin (19/8/19), bau alkohol tua yang begitu menyengat, tercium ketika botol itu dibuka.
Menariknya, ada sepucuk surat yang konon tersembunyi disana dalam waktu lebih dari 3 dekade.
"Ketika saya menemukan botol itu, saya menggunakan obeng untuk mengeluarkan pesan," katanya.
"Anak-anak saya sangat bersemangat, mereka mengira itu adalah peta harta karun dari kapal bajak laut," tambahnya.
Kemudian Ivanoff membagikan temuannya tersebut di Facebook, di mana para pembicara Rusia juga mengetahui temuan itu.
Baca Juga: Bisa Tumbuh Sepanjang 33 Meter, Hewan Raksasa Terbesar di Dunia Ini Terlihat di Lepas Pantai
Kemudian, karena surat tersebut berbahas Rusia mereka menerjemahkan pesan tersebut rupanya beginilah isi pesan itu.
Surat tersebut diketahui berasal dari Perang Dingin tertanggal 20 Juni 1969.
Menurut Nome Nugget, bunyinya begini, "Salam tulus! Dari kapal induk Far East Russia, VRXF Sulak. Saya menyambut Anda yang menemukan botol ini dan meminta Anda merespon alamat Vladivostok-43 BRXF Sulak pada seluruh kru."
"Kami berharap, kesehatan Anda baik dan tahun-tahun panjang kehidupan dan berlayar bahagia, 20 Juni 1969."
Usai temuan botol oleh Ivanoff itu di Shishmaref, sekitar 600 mil di barat laut Anchorage, wartawan dari jaringan media Rusia milik negara Rusia-1 melacak penulisnya.
Menurut laporan, penulis aslinya adalah kapten Anatolii Prokofievich Botsanenko, lapor KTU.
Namun, setelah bertemu penulisnya ragu apakah botol tersebut benar-benar surat yang ditulisnya sebelum dia melihat tanda tangan di bawahnya.
Rupanya benar saja, itu adalah milik Botsanenko, pesan itu dikirim pada 36 tahun lalu saat dia berada di Sulak, hal itu membuatnya terharu mengingat kenangannya dulu.
Dia juga sampai meneteskan air mata ketika reporter televisi Rusia mengatakan padanya bahwa Sulak telah dijual untuk memo pada tahun 1990-an.
Karena penemuan surat itu, membuat Botsanenko bernostalgia dengan kapal Sulak, dia menunjukkan pada wartawan beberapa suvenir di kapal termasuk tanda tangain istri dari mata-mata Rusia dan botol alkohol dari Jepang.