Advertorial
Intisari-Online.com- Anda tahunebula?
Nebula adalahawan antarbintang yang terdiri dari debu, hidrogen, helium, dan gas yang terionisasi lainnya.
Nebula terang yang terdekat dengan Bumi beradasekitar tahun 695 tahun cahaya.
Namun bisakah kita terbang ke sana?
(Baca juga:Tradisi Tiwah: Saat Tulang Belulang Diangkat dari Liang Kubur untuk Dicuci dan ‘Dilumasi')
(Baca juga:Aneh, Ibu Ini Ngidam Makan 10 Batang Kapur Tulis Setiap Hari Saat Hamil, Bagaimana Kondisi Anaknya?)
Jawabannya tentu saja tidak akan bisa.
Namun, berdasarkan data dariteleskop Hubble dan Spitzer, sekarang kita dapat merasakan bagaimana terbang melintasi nebula Orion.
Diketahui nebula Orion berjarak lebih jauh,sekitar 1.344 tahun cahaya.
Jadi, seumpamanya kita dapat melakukan perjalanan dengan kecepatan cahaya, itu pun akan memakan banyak generasi untuk sampai di sana.
Tapi jika Anda ingin merasakan bagaimana terbang melintasi nebula Orion, para astronom dan spesialis visualisasi telah menciptakan video dengan menggabungkan gambar dari data yang diperoleh.
Dengan video tersebut, kitabisa merasakan bagaimana rasanya menjadi penjelajah ruang angkasa.
Video yang baru dirilis ini merupakan pembaruan dan perluasan literasi awal lintasan nebula Orion berdasarkan data Hubble pada tahun 2014.
Dengan durasi tiga menit, ia menyampaikan ruang besar dalam bentuk tiga dimensi yang dinamis dan berkembang.
"Dengan menambahkan kedalaman dan struktur pada gambar yang menakjubkan, video ini membantu menjelaskan alam semesta untuk publik, baik untuk mendidik atau menginspirasi," kata ilmuwan visual dari Telecope Science Institute, Frank Summers sebagaimana dilansir pada Science Alert.
(Baca juga:Menurut Astronom, Inilah Bintang Paling Kecil di Alam Semesta, Sebesar Apa Ukurannya?)
Bagi kita yang beradadi Bumi yang hanya bisamenatap langit malam dengan mata telanjang, nebula Orion hanyalah terlihat seperti bintang biasa lainnya.
Namun, pada kenyataannya ia sangat besar, debu-debu nebula berhamburan menyatu menjadi bintang muda.
Nebula Orion adalah nebula muda, baru berusia sekitar dua juta tahun.
Data teleskop Hubble yang terlihat menunjukkan daerah dan objek yang sangat panas, karena lebih cenderung bersinar. Sementara data inframerah Spitzer menunjukkan objek dan daerah yang lebih dingin.
"Hal utama yang penting adalah memberi pemirsa pemahaman dan pengalaman baru, sehingga mereka dapat menafsirkan gambar dari teleskop," kata Summers.
"Sungguh menakjubkan ketika mereka dapat membayangkan dalam kepala gambar dua dimensi menjadi pemandangan tiga dimensi."
(Baca juga:Inilah 8 Fenomena Sungai yang Bertemu Tapi Tidak Menyatu)