Find Us On Social Media :

Cerita Mengharukan Cak Sodiq 'Monata' saat Sang Istri yang 'Mau Melarat' dan Ia Anggap sebagai Jimat Meningga Dunia

By Masrurroh Ummu Kulsum, Rabu, 3 Oktober 2018 | 07:30 WIB

Setelah melahirkan anak keempatnya, penyakit epilepsi bawaan dari kecil dari sang istri sering kumat.

Suatu hari, -- inilah awal cobaan berat itu --- Yuliani mendadak terserang stroke. Jaringan saraf otaknya rusak permanen. Sejak itu, Yuliani, hanya ada di tempat tidur. "Selama 14 tahun, istri saya tergolek di atas tempat tidur, miring ngiwo miring nengen, " ujar bapak empat, Suci Susanti, Bagus Santoso, Rosita Dewi ini.

Tak sebentar waktu 14 tahun. Sodig tak cuma tulang punggung keluarga, juga harus nabung untuk biaya berobat istrinya. Mulai medis hingga alternatif, termasuk tusuk jarum. Hasilnya, nihil. Setiap ayan (epilepsi)nya kambuh berjam-jam, stroke makin parah. Jaringan saraf otaknya semakin rusak. Selama 14 tahun, istri harus pakai pempers.

Saat istrinya sakit itu, karier Sodig makin tenar lewat orkes Palapa. Lalu bareng Nono (gitar) ia mendirikan orkes Monata.

Baca Juga : Bel Atau Lonceng Tidak Hanya Digunakan di Rumah, Tapi Juga Dalam Sebuah Orkestra

Walau sudah tenar, setiap pulang show, misalnya, Sodig tak melupakan merawat istrinya.

Tak ada yang menyangka. Di balik gemerlapnya panggung dangdut Monata, ada kisah nyata superstarnya, Cak Sodig, yang menderita batin karena sakitnya sang istri.

Tanpa diketahui banyak orang, sering pulang show, dini hari, Sodig tidak tidur. Pagi harinya, sodig memandikan sendiri istrinya. Lalu mendudukkan di kursi roda dan menjemurnya di halaman depan rumah.

Saya pernah datang ke rumah Cak Sodig di Pandaan ini, saat ia sedang menjemur istrinya yang nyaris lumpuh total. "Yo iki jimatku Pak, ikhlas aku ngrawat bojoku," ujarnya yang tak pernah pakai jasa pembantu di rumahnya.

Saat Sodiq mampu beli mobil pertamanya, pernah suatu malam, ia membopong istrinya, masuk mobil. "Bojoku tak gowo muter-muter Pandaan sampai Tretes. Di tempat sepi, tak ajak omong dewe, Yul, ayo waraso, aku wis sugih sak iki, duwekku wis akeh, aku biyen sing dihina wong kampung, jarene gak iso numpak sepeda motor, sak iki aku wis iso tuku mobil Yul, ayo waraso sayang, kita bersenang-senang. Tak delok bojoku iso nangis, air matanya berlinang"

Sambil bercerita begitu, tak terasa, mata Sodig juga berkaca-kaca.

Dengan nada lirih, ia menambahkan, yang membuat ia "getun" (menyesal) adalah saat sudah kaya seperti sekarang ini, ia justru tak bisa menyenangkan istrinya. Padahal dia lah yang mendampingi Sodig saat jaman susah dulu.

Apa boleh buat. Segalanya sudah digariskan-Nya. "Semoga bojoku sekarang diterima di sisiNya, kepada siapa saja, sepuroen yo,"katanya. Aaminnn, Cak.

Di depan rumah dukanya, tadinmalam, sejumlah papan karangan bunga duka cita, menancap bisu. Tampak berderet. Dari RCTI group hingga Bupati Pasuruan Gus Irsyad. (damarhuda)

Baca Juga : Tinggal Berjarak 45 Meter dari Kapal Perusak China di Laut China Selatan, Kapal Perusak AS Pilih 'Mengalah'