Find Us On Social Media :

Miris! Hotel Kosong Melompong, Para Tunawisma Ini Malah Dibiarkan Tidur di Tempat Parkir Tanpa Alas Saat Corona di AS Makin Parah

By Tatik Ariyani, Rabu, 1 April 2020 | 17:55 WIB

Para tunawisma yang tidur di parkiran

Intisari-Online.com - Sebanyak 865 orang meninggal di Amerika Serikat akibat terinfeksi virus corona hingga Selasa (31/3/2020) kemarin.

Jumlah kematian tersebut merupakan yang terbesar di AS berdasarkan perhitungan Johns Hopskin.

Dengan demikian, korban meninggal akibat Covid-19 di AS menjadi 3.873 orang.

AS saat ini memiliki 188.172 kasus Covid-19 dan menjadi yang tertinggi di dunia.

Baca Juga: Masih Ada Rasa Kemanusiaan, Begini Reaksi Tak Terduga Tetangga saat Seorang Remaja Pasien Virus Corona di Sulawesi Barat Dijemput Ambulans

Tak hanya mengurus para pasien corona, AS agaknya memiliki PR lain untuk mengurus tunawisma di negaranya.

Pasalnya, para tunawisma tidur di tempat parkir yang digolongkan sebagai "tempat penampungan sementara para tunawisma" setelah virus corona merebak.

Tempat parkir itu disekat dengan garis putih untuk memisahkan orang satu dengan lainnya sejauh 1,8 meter untuk mematuhi aturan jarak sosial virus corona.

Karena hal itu, Las Vegas, Nevada mendapat serangan balasan dan kritik setelah dilaporkan mendirikan tempat penampungan di tempat parkir.

Baca Juga: Jangan Sembarangan Berjemur untuk Cegah Corona, Salah Melakukannya Bukan Virus yang Mati Namun Justru Melemahkan Sistem Imun

Melansir Daily Star, Rabu (1/4/2020), langkah-langkah itu diambil setelah tempat penampungan tunawisma Catholic Charities terpaksa ditutup.

Penutupan fasilitas tersebut terjadi setelah seorang pria tunawisma dinyatakan positif terkena virus corona.

CNN melaporkan hal ini menyebabkan 500 orang tunawisma terpaksa mencari tempat tinggal baru.

Baca Juga: Hadapi Corona: Ini 15 Cara Muda untuk Meningkatkkan Sistem Kekebalan Secara Alami, Salah Satunya Pemakaian Kaldu Tulang

Setelah ini, para tunawisma dibawa ke tempat parkir Cashman Center.

Mirisnya, banyak hotel dan kasino Las Vegas kosong setelah corona merebak.

Area parkir mobil itu pada awalnya dipasang karpet sebagi alas, namun kemudian dilepas.

Karpet dilepas karena sulit untuk didesinfeksi.

Sekarang 117 orang terpaksa tidur di lantai beton yang keras.

Tempat parkir itu hanya ditandai dengan garis untuk memastikan orang tinggal setidaknya 1,8 meter terpisah untuk menghindari penyebaran Covid-19.

Baca Juga: Dikabarkan Menikahi Gadis 7 Tahun, Rupanya Segini Jumlah Kekayaan Milik Syekh Puji, Pantas Saja Wanita Mana yang Tak Kepincut

David Riggleman, direktur komunikasi untuk Kota Las Vegas mengatakan, "Kami menemukan bahwa sangat sulit untuk membasmi kuman dan membersihkan.

"Kami telah meminta alas tidur, yang kami gunakan di Courtyard, dan itu bisa didesinfeksi dengan mudah. ​​Tapi tak satupun bisa didapat."

Foto-foto dari para tunawisma yang tidur di lantai beton telah menyebabkan reaksi di Twitter.

Banyak pengguna mengatakan mereka merasa jijik pada situasi tersebut.

Seorang pengguna bernama Mancino Williams menulis, "Nevada, sebuah negara bagian di salah satu negara terkaya di dunia, telah melukis kotak-kotak jarak sosial di tempat parkir beton untuk para tunawisma tidur."

Pengguna lain mengatakan, "Setiap hotel di Las Vegas kosong dan entah bagaimana pejabat negara berpikir setengah dari tempat parkir di atas beton adalah tempat para tunawisma harus menunggunya.

"Pemerintah seharusnya mengambil sementara hotel di Vegas dan membiarkan para tunawisma tinggal di sana untuk memperlambat penyebaran."

Baca Juga: Curiga, Jumlah Kematian Akibat COVID-19 di Wuhan Sebenarnya Lebih Tinggi daripada yang Dilaporkan Pemerintah China?

Riggleman menambahkan mereka tidak bisa menggunakan Cashman Center yang sebenarnya karena diambil oleh ruang rumah sakit.

Dia juga mengatakan, "Saya pikir seluruh negara kita telah melihat fakta bahwa kita tidak dapat mengelola situasi ini. Kita bukan hanya para gelandangan.

"Ini telah membanjiri sumber daya kami di mana-mana dan saya pikir semua orang melakukan yang terbaik yang mereka bisa".