[Arsip] Ketika Eva Arnaz Lebih Memilih 'Berondong': Usia yang Lebih Tua Tak Menjamin Rumah Tangga Harmonis

Moh. Habib Asyhad Minggu, 22 April 2018 | 16:30 WIB
Eva Arnaz ketika masih 29-an tahun (Tabloid Nova)

Kalaupun menikah lagi, kata Eva yang menikah pertama kali pada usia 19, ia tak akan lagi memilih pria yang lebih tua darinya, "Itulah dulu prinsip saya, tapi sekarang saya tinggalkan," katanya.

Umur, lanjutnya, tak bisa dijadikan pegangan, "Buktinya, kedua mantan suami saya, usianya jauh lebih tua dari saya. Tapi toh tak menjamin kelangsungan rumah tangga."

Eva saat itu juga punya prinsip.

“Lebih baik dapat yang muda tapi perilakunya bisa diandalkan. Soal ia tampan atau jantan, tak penting. Buat apa semua itu kalau pribadinya jelek?" katanya balik bertanya.

Kesal dengan anggapan orang

Aktris yang memulai karier di film Duo Kribo (1978) ini, sepanjang kariernya sudah membintangi lebih dari 50 judul film. Antara lain, Cewek Jagoan Beraksi Kembali, Midah Perawan Buronan, Perempuan Bergairah, Dalam Pelukan Dosa, Intan Perawan Kubu.

Di film yang disebut terakhir itu, Eva muncul bertelanjang dada. Dan sejak itu, ia dikenal sebagai bintang panas yang suka buka-bukaan.

Baca juga: Selalu Dikaitkan dengan Simbol Seks, Cleopatra adalah Sosok yang Cerdas, Hal Ini Membuktikannya

"Saya kesal dengan anggapan orang bahwa saya artis yang berani memamerkan tubuh. Itu salah kaprah," katanya saat itu.

Dengan ketus ia menambahkan, "Apa seorang artis yang dapat peran baik-baik, berarti orangnya suci? Belum tentu! Buktinya ada artis yang selalu dapat peran baik-baik tapi kelakuannya bertolak belakang. Masing-masing orang, berbeda jalan hidupnya. Jangan cuma melihat si aktris bergaya seronok lalu berpikir negatif!"

Perkataan Eva ini agak lain dengan apa yang tertulis di buku Apa & Siapa 85-86 (Grafiti Pers, 1986).

Di situ.Eva bilang. "Kalau film saya sukses di pasaran, itu karena saya berani."

Karenanya ia tak keberatan terhadap anggapan masyarakat yang menjulukinya artis "paling berani".

“Saya malah berterima kasih.”

Tulisan ini pernah tayang di Tabloid Nova edisi April 1988.

Penulis : Moh. Habib Asyhad
Editor : Moh. Habib Asyhad