Find Us On Social Media :

Bertengger di Pucuk Pohon, Sniper Jepang Pantang Keluar Sarang Sebelum Jadi Mayat, Hanya Bisa Ditumbangkan dengan Senapan Mesin Antitank

By Nieko Octavi Septiana, Kamis, 17 Oktober 2019 | 15:00 WIB

Sniper Jepang

Dibandingkan sniper Rusia, Jerman, dan Sekutu, sniper Jepang memiliki keunikan sendiri karena mereka bertempur seorang diri tanpa dibantu observer.

Sniper Jepang juga bukan prajurit sukarelawan, tapi prajurit tulen yang bertempur di bawah sumpah kaisar Jepang dan tidak mengenal istilah gagal dalam tugas.

Berkat moral tempur dan spirit yang tinggi itu, para sniper yang hanya dipersenjatai senapan tempur standar Arisaka Model 97 atau 99 dan teleskop yang juga terbilang sederhana karena tak bisa dikoreksi memiliki kemampuan bidik yang sangat akurat pada jarak 550 meter.

Untuk menghadapi sniper Jepang yang gemar bersarang di atas pohon itu, pasukan AS tidak mengerahkan sniper-nya (countersniper) melainkan memberondongnya menggunakan senapan mesin antitank kaliber 37 mm.

Baca Juga: 5 Tokoh Ahli Perang Geriliya Tersohor Dunia, Salah Satunya Kakek Kim Jong-un, Siapa dari Indonesia?

Ketika peluru kaliber besar itu menghantam pucuk pohon kelapa bukan hanya sniper Jepang yang jatuh tewas, buah dan dahan kelapa juga turut berjatuhan.

Sementara para sniper Sekutu lainnya, seperti Inggris yang mengerahkan sniper asal Australia dan Selandia Baru yang berpengalaman selama PD I mempunyai taktik sendiri untuk melumpuhkan sniper Jepang.

Baik sniper Australia maupun Selandia Baru tidak lagi memberlakukan doktrin satu peluru satu nyawa untuk menembak jatuh sniper Jepang yang bertengger di puncak pohon.

Dalam duel sniper, mereka menggunakan senapan mesin Bren yang ditembakkan sampai pelurunya habis disusul jatuhnya sniper Jepang. (Agustinus Winardi)

Baca Juga: Lulus Perguruan Tinggi, Pria Ini Berjalan Kaki Inggris-Prancis Tempuh 800Km untuk Tahu Apa yang Benar-benar Diinginkannya dalam Hidup!