Sang Kapten Pamer Keahlian Membuat Gelombang, Pelaut Muda di Kapal Lain Meregang Nyawa

Mentari DP

Penulis

Seorang pelaut muda meregang nyawa setelah kapten dari kapal lain pamer keahliannya membuat gelombang.

Intisari-Online.Com -Seorang pelaut muda meregang nyawa karena sang kapten dari kapal berbeda pamer keahlian dan kinerja kapal.

Melansir Mirror, Sabtu (10/8/2019) seorang kapten kapal super disalahkan atas kematian seorang awak Inggris yang tewas dalam tabrakan kapal di Cannes, kata seorang jaksa penuntut.

Jake Feldwhere (29) sedang menarik jangkar kapal pesiar Minx di lepas pantai sebuah pulau di Teluk Cannes ketika kapal pesiar lain, Vision, menabraknya dengan kecepatan tinggi pada bulan Mei.

Sembilan warga negara Inggris di atas Minx dalam keadaan sangat terguncang dan Jake dinyatakan meninggal atas serangan jantung oleh petugas medis.

Baca Juga: Seorang Awak Kapal Ditemukan Setelah Mengapung 8 Hari di Perairan, Bertahan Hidup Makan Sepotong Ikan dan Air Seni

Jaksa Penuntut Xavier Tarabeux mengatakan kapten kapal Vision telah berusaha memamerkan kinerja kapal dan kehilangan kendali, lapor MailOnline.

Dia juga mengatakan kapal pesiar itu berlayar dengan kecepatan 15 knot, padahal di wilayah itu kecepatan yang diperbolehkan dibatasi pada 5 knot.

Kapten, yang namanya belum terungkap, telah didakwa melakukan pembunuhan tanpa disengaja.

Baca Juga: Kisah Robinson Sinurat, Anak Petani yang Berhasil Lulus S2 di Columbia Univesity dan Bertemu Barack Obama

Dean Wickham (26) seorang rekan awak mengatakan bahwa kapten Vision diminta melakukan beberapa putaran sementara mereka menunggu kapal lain untuk mengambil jangkar.

Pekerja lain mengklaim bahwa kapten Vision sedang mengemudi untuk mencoba 'membuat gelombang', demikian dilaporkan.

Jake, dari Midhurst, Sussex Barat, telah tinggal di Prancis selatan empat minggu dan menyelesaikan kursus pelatihan dasar kapal pesiar super sebelum tragedi itu.

Beberapa jam sebelum kematiannya, ia memposting di Instagram menunjukkan garis pantai Cannes dengan tulisan, "Bukan hari yang buruk untuk keluar di laut."

Selain penyelidikan Perancis, Cabang Investigasi Kecelakaan Laut Inggris juga melihat rincian tabrakan.

Baca Juga: Berani Menyusup Perairan Indonesia, Kapal Selam Asing Harus Berakhir dengan Bombardir Oleh KRI Samanhudi

Ibu Jake, Marie-Ann James (51) mendirikan halaman penggalangan dana atas nama putranya untuk amal, Ned's Fund, yang meningkatkan kesadaran bunuh diri pada orang muda.

Dia berkata, "Jake benar-benar mendukung Ned's Fund dan bersemangat mengumpulkan uang sebanyak yang dia bisa.

"Kita tahu dia akan melampaui bulan jika dia bisa berkontribusi dalam beberapahal setelah kematiannya."

Kasus ini akan disidangkan di pengadilan Marseille ketika penyelidikan awal selesai.

Baca Juga: Misteri Kapal Ourang Medan, Kru Satu Kapal Tewas Tanpa Adanya Tanda Pembunuhan, Sementara Kapalnya Masih Terus Berlayar

Artikel Terkait