Uraikan Secara Singkat Dinamika Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia dari Masa ke Masa

Moh. Habib Asyhad
Moh. Habib Asyhad

Editor

Persoalan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia sudah terjadi sejak negara ini merdeka pada 17 Agustus 1945. Atau bahkan jauh sebelum itu (NGI via Majalah Intisari)
Persoalan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia sudah terjadi sejak negara ini merdeka pada 17 Agustus 1945. Atau bahkan jauh sebelum itu (NGI via Majalah Intisari)

Artikel ini akan uraikan secara singkat dinamika persatuan dan kesatuan bangsa indonesia dari masa ke masa. Semoga bermanfaat.

---

Intisari hadir di WhatsApp Channel, follow dan dapatkan berita terbaru kami di sini

---

Intisari-Online.com -Sebagaimana negara yang majemuk dan heterogen, Indonesia sangat rentan dengan isu segregasi sosial. Karena itulah, negara ini begitu fokus dalam urusan perstuan dan kesatuan.

Tujuannya, tentu saja supaya negara ini tidak terpecah, tercerai berai, belah oleh faktor apa pun. Artikel ini akan uraikan secara singkat dinamika persatuan dan kesatuan bangsa indonesia dari masa ke masa.

Baca Juga: Bagaimana Sikap dan Perilaku Menurunnya Persatuan dan Kesatuan di Era Reformasi?

Mengutip "Hubungan Tingkat Pemahaman Konsep Persatuan dan Kesatuan terhadap Sikap Solidaritas Siswa" (2016) karya Rentika Oktapiani, dkk, persatuan adalah bersatunya berbagai macam corak menjadi satu kebulatan yang utuh dan serasi. Sementara kesatuan adalah sifat tunggal atau keseutuhan.

Jika dikaitkan dengan konteks bangsa, kesatuan dapat dimaknai sebagai gabungan berbagai suku bangsa yang telah bersatu. Dikutip dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), persatuan dan kesatuan berasal dari kata 'satu', berarti utuh atau tidak terpecah-pecah.

Persatuan adalah bersatu atau bergabungnya berbagai corak menjadi satu kebulatan yang utuh dan serasi. Persatuan juga dapat diartikan sebagai gabungan, ikatan, atau kumpulan dari sejumlah bagian yang telah bersatu.

Kenapa sebuah negara membutuhkan persatuan,menurut Yulia Djahir dalam buku Suplemen Buku Ajar Pendidikan Pancasila (2019), bangsa Indonesia harus memupuk persatuan dan kesatuan di antara warga masyarakat, salah satu caranya dengan tidak membeda-bedakan suku, agama, maupun golongan. Sebaliknya, masyarakat harus bersatu dan bekerja sama untuk meraih cita-cita bangsa Indonesia.

Persatuan dan kesatuan memiliki beberapa manfaat. Di antaranya menjaga kerukunan, dengan menjunjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan, kerukunan antarindividu atau antarkelompok di Indonesia tetap terjaga. Sehingga tidak timbul konflik atau masalah yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan.

Persatuan dan kesatuan juga akan memberi rasa aman dan nyaman Terciptanya persatuan dan kesatuan dapat memberi rasa aman serta nyaman dalam kehidupan bermasyarakat.

Persatuan dan kesatuan juga memudahkanbangsa Indonesia mencapai cita-cita atau tujuannya Persatuan dan kesatuan juga memudahkan bangsa Indonesia untuk mencapai cita-cita atau tujuannya, seperti mewujudkan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Yang paling penting, persatuan dan kesatuan akan mengecah timbulnya gangguan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Contohnya kemunculan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila. Lewat upaya menjaga persatuan dan kesatuan, berbagai gangguan tersebut dapat dicegah.

Dinamika persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia

Dinamika persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia ini dimulai sejak proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Dinamika ini diakibatkan dari berbagai upaya pemberontakan pernah terjadi setelah masa kemerdekaan Indonesia untuk memisahkan negara Indonesia.

Persatuan dan kesatuan bangsa menjadi modal utama dalam mempertahankan negara Indonesia. Apa saja dinamika persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang harus dipelajari?

1. Masa Revolusi Kemerdekaan

Dinamika persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dimulai pada masa revolusi kemerdekaan sejak 18 Agustus 1945 sampai 27 Desember 1949. Pada periode ini, bentuk negara Indonesia bukan lagi negara jajahan, melainkan negara kesatuan berbentuk republik yang dipimpin presiden.

Presiden pada periode ini berkedudukan sebagai kepala pemerintahan sekaligus sebagai kepala negara. Undang-Undang Dasar 1945 digunakan sebagai pegangan dalam periode ini. Namun pelaksaan UUD 1945 belum sesuai secara murni dan konsekuen, sehingga menimbulkan permasalahan yang memicu dinamika persatuan dan kesatuan.

2. Masa Republik Indonesia Serikat

Dinamika persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang selanjutnya adalah pergantian ke Republik Indonesia Serikat yang berlangsung pada 27 Desember 1949 sampai 17 Agustus 1950. Pegangan hukum saat itu adalah Konstitusi Republik Indonesia Serikat tahun 1949.

Oleh sebab itu, Indonesia berubah menjadi negara serikat atau federasi dengan memiliki 15 negara bagian. Bentuk pemerintahan yang berlaku pada periode ini adalah republik dengan Ir. Soekarno sebagai presiden dan Moh. Hatta sebagai perdana menteri.

Sistem pemerintahan yang dianut adalah demokrasi parlementer kabinet semu atau quasi parlementer.Saat itu, Negara Republik Indonesia Serikat atau RIS juga memiliki Senat, Dewan Perwakilan Rakyat, Mahkamah Agung, dan Dewan Pengawas Keuangan sebagai alat perlengkapan negara.

3. Masa Demokrasi Liberal

Dinamika persatuan dan kesatuan bangsa ketiga dimulai saat bangsa Indonesia beralih ke masa demokrasi liberal pada 17 Agustus 1959 sampai 5 Juli 1959. Hukum yang digunakan adalah Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia.

Bentuk negara Indonesia pada periode ini adalah kesatuan yang kekuasaannya dipegang oleh pemerintah pusat. Nah, hubungan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dilakukan berdasarkan asas desentralisasi

Sistem pemerintahan parlementer juga diterapkan dengan menggunakan kabinet parlementer yang dipimpin oleh perdana menteri.

4. Masa Orde Lama

Dinamika persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang selanjutnya dimulai masa orde lama terjadi setelah masa demokrasi liberal, tepatnya pada 5 Juli 1959 sampai 11 Maret 1966. UUD 1945 digunakna kembali sebagai penyelenggaraan negara berdasarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959.

Saat itu, Presiden kembali berkedduukan sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Pada periode ini, presiden Soekarno mencetuskan konsep demokrasi terpimpin, di mana demokrasi ini dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.

5. Masa Orde Baru

Dinamika persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia selanjutnya adalah berakhirkan Orde Lama dan dimulainya Orde Baru pada 11 Maret 1966 sampai 21 Mei 1998. Soeharto naik menggantikan Soekarno sebagai presiden negara Indonesia yang siap membangun kembali pemerintahan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Saat itu, Indonesia menerapkan sistem demokrasi terpimpin yang bertumpu pada pembangunan ekonomi dan stabilitas nasional. Meski tetap menjalankan sistem presidensial, ada banyak penyimpangan terhadap Pancasila dan UUD 1945 selama masa Orde Baru.

6. Masa Reformasi

Dinamika persatuan dan kesatuan selanjutnya adalah berakhirnya masa Orde Baru dan mulainya masa reformasi yang dimulai pada 21 Mei 1998 sampai saat ini. Memasuki masa reformasi, bangsa Indonesia bertekad untuk menciptakan sistem pemerintahan yang demokratis.

Pada masa ini juga dilakukan amandemen UUD 1945 dilakukan untuk mengubah peran serta hubungan presiden dan DPR. Selain itu, amandemen UUD 1945 juga mengubah struktur ketatanegaraan Indonesia, termasuk adanya penambahan dan penghapusan lembaga-lembaga negara.

Begitulah artikel di atas telahuraikan secara singkat dinamika persatuan dan kesatuan bangsa indonesia dari masa ke masa. Semoga bermanfaat.

Baca Juga: Persatuan dan Kesatuan pada Masa Orde Baru di Bawah Presiden Soeharto

Artikel Terkait