Advertorial

Serangkaian Bencana Alam Pada 2018 Bikin Kondisi Bumi Berubah

Mentari DP
,
Yoyok Prima Maulana

Tim Redaksi

Dikarenakan ada serangkaian bencana alam di tahun 2018, inilah daftar bencana alam di tahun 2018 yang dampaknya mengubah kondisi Bumi.
Dikarenakan ada serangkaian bencana alam di tahun 2018, inilah daftar bencana alam di tahun 2018 yang dampaknya mengubah kondisi Bumi.

Intisari-Online.com – Tsunami Banten yang melanda Indonesia pada Sabtu (22/12/2018) malam diduga berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

Karenanya beberapa orang khawatir.

Sebab, beberapa orang tahu bahwa erupsi Gunung Anak Krakatau adalah salah satu yang terbesar dan mematikan dalam sejarah dunia.

Mereka takut bahwa jika salah gunung berapi di dunia ini meletus, maka ia akan mengubah dunia dan struktur Bumi.

Baca Juga : Selamat dari Tsunami Banten, 28 Orang Ditemukan di Tengah Lautan dan 1 Orang di Tengah Pulau

Dilansir dari livescience.com pada Minggu (25/12/2018), Bumi selalu berubah. Tapi pada tahun 2018 ini perubahan sangat bisa dirasakan.

Hal ini dikarenakan di tahun 2018 terjadi serangkaian bencana alam seperti angin topan, letusan gunung berapi, dan gempa bumi.

Inilah daftar bencana alam di tahun 2018 yang akhirnya mengubah kondisi Bumi.

Letusan Kilauea

Letusan Kilauea 2018 adalah yang terbesar dalam setidaknya dalam 200 tahun, menurut sebuah laporan 2018 di majalah Science.

Dari akhir April hingga awal Agustus, gunung berapi Hawaii ini memuntahkan cukup lahar yang mungkin bisa mengisi 320.000 kolam renang ukuran Olimpiade.

Lahar ini menutupi sekitar 13,7 mil persegi dan menghanguskan Pulau Besar Hawaii.

Bahkan lava gunung berapi menguap seluruh danau, meninggalkan untaian kaca yang dikenal sebagai rambut Pele di sekitar pulau dan akhirnya menciptakan pulau baru di lepas pantai.

Baca Juga : 3 Kali Diterjang Tsunami di Dekat Anak Gunung Krakatau, Nelayan Ini Selamat dengan Cara yang Tak Pernah Disangkanya

Pulau Selandia Baru bergerak

Kata peneliti, Pulau Selatan Selandia Baru sekarang berjarak sangat dekat dengan Pulau Utara.

Penyebabnya adalah gempa berkekuatan 7,8 yang mengguncang negara itu pada 2016.

Sejak itu, kerak bumi terus bergeser, itulah sebabnya kedua pulau telah bergerak hampir 35 cm lebih dekat satu sama lain daripada sebelum gempa.

Benua Afrika terbagi dua

Great Rift Valley di Afrika Timur telah bergerak selama jutaan tahun. Namun di tahun 2018 semakin parah.

Akibatnya muncul jurang sepanjang 15 meter di barat daya Kenya pada Maret 2018. Orang-orang pun beranggapan bahwa benua Afrika akan terbelah dunia karena jurang terus membesar.

Menurut ahli, jurang terbentuk karena lempeng tektonik yang sibuk di wilayah tersebut.

Baca Juga : Istri Ifan 'Seventeen' Ditemukan Meninggal Setelah Dua Hari Hilang Karena Tsunami

Gletser mencair

Pada bulan Oktober, gunung es berukuran lima kali kota Manhattan pecah dari Pine Island Glacier di Antartika.

Dilaporkan ukurannya mencapai 300 kilometer persegi.

Tidak jelas mengapa ini terjadi, tetapi perubahan iklim mungkin menjadi faktor, kata Stef Lhermitte, asisten profesor di Departemen Geosains dan Penginderaan Jauh di Universitas Teknologi Delft di Belanda.

Kebakaran hutan California

Pada bulan November 2018, terjadi kebakaran hutan besar di California. Bahkan bencana alam ini disebut yang paling mematikan dalam sejarah.

Kebakaran hutan terjadi dari 8 November hingga penahanannya pada 25 November. Ia membakar 153.336 hektar dan menyebabkan 86 orang tewas.

Diketahui menghirup asap dari kebakaran berdampak buruk bagi kesehatan manusia.

Itulah 5 bencana alam yang terjadi di tahun 2018 yang dampaknya mampu mengubah kondisi Bumi.

Baca Juga : 5 Temuan Baru Tentang Bumi di Tahun 2018, Salah Satunya Benua Afrika ‘Terbelah Dua’

Artikel Terkait