Apa Pengertian 'Manusia Merdeka' Menurut Ki Hadjar Dewantara?

Moh. Habib Asyhad

Editor

Artikel ini akan membahas tentang apa pengertian 'manusia merdeka' menurut Ki Hadjar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia yang telah melahirkan Taman Siswa (Wikipedia Commons)

---

Intisari hadir di WhatsApp Channel, follow dan dapatkan berita terbaru kami di sini

---

Intisari-Online.com - Dalam pemikirannya tentang pendidikan, Ki Hadjar Dewantara memperkenalkan dua konsep atau metode yaitu konsep among dan konsep keluarga. Ujung dari dua konsep itu adalah manusia merdeka.

Artikel ini akan membahas tentang apa pengertian 'manusia merdeka' menurut Ki Hadjar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia yang telah melahirkan Taman Siswa.

Ki Hadjar Dewantara pertama-tama dikenal sebagai salah satu tokoh pergerakan nasional. Bukan tokoh sembarangan, surat terbukanya pernah membuat telingan Belanda kepanasan. Dan lebih dari itu, Ki Hadjar juga dikenal sebagai tokoh pendidikan nasional, Bapak Pendidikan Nasional julukannya.

Ki Hadjar Dewantara punya peran besar terhadap pengembangan sistem pendidikan nasional di Indonesia. Ada dua metode sistem pendidikan dan pengajaran nasional yang diterapkan Ki Hadjar Dewantara, yaitu metode keluarga dan metode among. Muara dari kedua metode pendidikan itu adalah menciptakan manusia Indonesia yang merdeka (manusia merdeka).

Lalu apa pengertian manusia merdeka menurut Ki Hadjar Dewantara?

Manusia merdeka menurut Ki Hadjar Dewantara adalah manusia yang secara lahiriah dan batiniah tidak bergantung pada orang lain. Hal ini berarti adalah manusia yang otonom, berdiri sendiri, dan mandiri.

Karena itulah, jika mengacu pada cara pandang Ki Hadjar Dewantara, konsep pendidikan Indonesia haruslah mengusung asas kemerdekaan. Artinya, manusia diberi kebebasan dari Tuhan Yang Maha Esa untuk mengatur kehidupannya agar tetap sejalan dengan aturan yang ada di masyarakat.

Karena itulah seorang peserta didik diharuskan memiliki jiwa yang merdeka. Dalam artian merdeka secara lahiriah dan batin. Jiwa yang merdeka sangat diperlukan sepanjang zaman agar bangsa Indonesia tidak didikte oleh negara lain.

Sebagai upaya untuk mencapai manusia yang merdeka, Ki Hadjar Dewantara menerapkan dua metode pendidikannya, yaitu metode keluarga dan metode among.

Metode keluarga sangat menekankan peran orang tua untuk menuntun dan membimbing murid. Tujuannya agar seorang murid ketika berada di sekolah dapat memahami apa yang diajarkan oleh gurunya.

Metode kedua adalah metode among, yang sangat menekankan peran guru untuk menuntun dan membimbing murid saat berada di sekolah.

Dari kedua metode ini para murid tetap diberi ruang kemerdekaan. Selain itu, orang tua dan guru juga tetap memberikan ruang kebebasan bagi setiap anak.

Secara tidak langsung, sistem pendidikan dan pengajaran yang bersifat paksaan akan membuat setiap murid merasa tidak memiliki ruang kebebasan dan kemerdekaan diri. Hal ini yang kemudian memicu Ki Hadjar Dewantara menciptakan pendidikan dan pengajaran yang terorganisasi, yaitu dengan memberi ruang kebebasan kepada setiap murid dalam proses belajarnya. Metode-metode pendidikan itulah yang menurut Ki Hadjar Dewantara akan memerdekakan manusia secara lahir dan batin.

Artikel Terkait