Find Us On Social Media :

Omong Kosong Soal Janji saat Berdamai dengan UEA dan Bahrain, Faktanya Israel Makin Merasa di Atas Angin, Pencaplokan Tepi Barat Terbesar dalam Satu Dekade Sudah Diresmikan Netanyahu

By Tatik Ariyani, Jumat, 16 Oktober 2020 | 18:31 WIB

Benjamin Netanyahu

Intisari-Online.com - Pada Selasa (15/9/2020), Uni Emirat Arab dan Bahrain menandatangani perjanjian untuk menjalin hubungan formal dengan Israel.

Di depan kerumunan ratusan orang di halaman Gedung Putih, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menandatangani kesepakatan dengan Menteri Luar Negeri Emirat Sheikh Abdullah bin Zayed al-Nahyan dan Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif Al Zayani.

Sementara Palestina menganggap hubungan itu sebagai pengkhianatan, pejabat UEA dan Bahrain sama-sama berusaha meyakinkan orang-orang Palestina bahwa negara mereka tidak meninggalkan mereka atau upaya mereka untuk menjadi kenegaraan di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

UEA mempresentasikan perjanjian tersebut sebagai pencegahan aneksasi yang direncanakan Israel atas wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Baca Juga: ‘Bergabung untuk Kehidupan’ Kisah Gadis Kembar Siam dalam Satu Tubuh yang Harus Berbagi dalam Segala Hal Bahkan untuk Berjalan pun Harus Saling Koordinasi

Namun Netanyahu berkeras bahwa pencegahan aneksasi tersebut itu “hanyalah sementara".

Namun, janji Israel tersebut rupanya cuma omong kosong belaka.

Nyatanya, Israel tetap melancarkan aksinya untuk melakukan aneksasi di wilayah Tepi Barat.

Pada Rabu, Israel telah menyetujui 2.166 rumah pemukim baru di seluruh Tepi Barat yang diduduki, menurut laporan AFP.

Baca Juga: Tak Kalah dari Para Pendahulunya, Terungkap Nama Kim Jong-un Dijadikan Nama Universitas di Korea Utara, Mendidik Mahasiswa di Bidang Ini