Sayur Genjer yang Banyak Disukai Orang Itu Ternyata Dulunya Jadi Penyelamat Krisis Pangan Era 1930-an

Tatik Ariyani

Penulis

Genjer atau yang memiliki nama latin Limnocharis flava, sejak dulu telah menjadi sayur primadona ‘wong cilik’ terlebih di zaman penjajahan Jepang.

Intisari-Online.com- Pernah makan sayur genjer yang biasanya dipetikdi pinggir-pinggir sawah?

Genjer atau yang memiliki nama latin Limnocharis flava, sejak dulu telah menjadi sayur primadona ‘wong cilik’ terlebih di zaman penjajahan Jepang.

Sayur genjer menjadi inspirasi Muhammad Arief untuk menciptakan lagu berjudul ‘Gendjer-gendjer’.

Lagu yang terkenal pada masa Orde Lama ini kemudian identik dengan citra PKI.

Baca Juga: Menonton Film Dewasa Langsung di Tokonya, Pria Tua Ini Pingsan Lalu Tewas, Begini Kondisinya Saat Ditemukan

Pada zaman Orde Baru, lagu ini menjadi lagu "terlarang".

Orang kota mungkin masih asing mendengar sayur genjer.

Tak heran, karena sayur ini biasa tumbuh di pinggir-pinggir persawahan.

Meski terkenal pahit, banyak orang menyukai sayur genjer karena rasanya yang kenyal-kenyal dan terasa nikmat apabila dipadupadankan dengan bumbu.

Baca Juga: Nikahi Dua Wanita Sekaligus, Tak Disangka Beginilah Alasan Pria Ini

Menurut Fadly Rahman, pakar kuliner, sayur genjer biasa tumbuh liar di sekitar perairan dan persawahan.

Ia juga mengatakan sejak dulu sayur ini biasa dikonsumsi oleh rakyat di pedesaan Jawa dan Sumatera untuk menu makan sehari-hari.

“Pada masa-masa sulit sekitar tahun 1930-an pernah dianggap sebagai menu penyelamat ketika krisis pangan,” kata Fadly saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (28/9/2019).

Lanjut Fadly, umumnya orang-orang Sunda yang suka sekali sayur genjer. Mereka biasa menjadikan genjer sebagai jenis lalap.

Baca Juga: Beralasan Mencari Udara Segar, Seorang Wanita Buka Pintu Darurat Pesawat

“Genjer jadi lalapan orang Sunda, biasa lalap yang direbus atau ditumis lalu dinikmati dengan nasi, ikan air tawar atau ikan asin lalu dicocol dengan sambel,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Heri Priyatmoko, seorang sejarawan yang juga akademisi Jurusan Sejarah, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, sejak dulu sayur genjer telah menjadi makanan keseharian masyarakat akar rumput (masyarakat kelas bawah).

“Wong cilik terbiasa mengolah bahan yang ada di sekitarnya, termasuk genjer atau paku rawan (Limnocharis flava). Sayuran ini cukup akrab dalam ekologi persawahan,” kata Heri saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (28/9/2019).

Ia menyebut bahwa zaman dahulu, petani desa yang mengandalkan persawahan atau hidup di alam agraris terbiasa memanfaatkan tumbuhan yang dipetik di lingkungan sekitarnya, tanpa harus belanja.

Baca Juga: Minum Air Jeruk Nipis Bantu Kecilkan Perut Buncit, Mitos atau Fakta?

(Nicholas Ryan Aditya)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Asal Usur Sayur Genjer, Penyelamat Krisis Pangan Era 1930-an"

Artikel Terkait