'Partikel Tuhan', Penemuan Gila yang Menurut Stephen Hawking Bisa Memicu Kiamat

Editorial Grid Sabtu, 17 Maret 2018 | 07:00 WIB
Stephen Hawking bicara mengenai isu kiamat yang dipicu Partikel Tuhan (Editorial Grid)

Hawking mengeluhkan hal ini karena ada semacam kehawatiran darinya.

Sebuah teori konspirasi menyebutkan, jika 'partikel Tuhan' ditemukan maka bisa memicu kiamat.

Menurut teori tersebut, fluktuasi kuantum 'partikel Tuhan' mampu menciptakan gelembung vakum yang meluas melalui ruang dan menghapus alam semesta.

Hawking menggambarkan, kekuatan dasyat yang dimiliki partikel tuhan adalah sebuah energi yang muncul sejak kelahiran alam semesta dan partikel Tuhan bertindak sebagai sumber energinya.

BACA JUGA : Tua-tua Keladi, Terpidana Mati Ini Masih Kendalikan Perdagangan Sabu Meski Berada di Balik Jeruji

Lalu beberapa fisikawan mengemukakan, kekuatan medan 'partikel Tuhan' ini perlahan mencoba menemukan keseimbangan optimal untuk mempertahankan kekuatan sejatinya.

Sama halnya dengan materi yang bisa memadat dan mancair, medan partikel Tuhan juga bisa mengisi ruang dan waktu.

Saat ini partikel  yang disebutkan berada dalam keadaan potensi minimal. Jika energi 'partikel Tuhan' dalam kondisi naik, bukan tidak mungkin energinya bisa memicu kehancuran alam semesta.

Namun, untuk melakukan proses yang disebut fluktuasi kuantum juga tidaklah mudah. 

Fluktuasi kuantum ini hanya akan terjadi di suatu tempat hampa, dan itu hanya berada angkasa luar.

Hawking menggambarkan skenario kiamat dalam bukunya yang berjudul 'The Higgs potential has the worrisome feature that it might become metastable at energies above 100 billion gigaelectronvolts (GeV)'.

Dapat disimpulkan penemuan ini bisa memicu kerusakan semesta dan mengalami kerusakan vakum yang dasyat, yang disebutkan dengan gelembung sejati yang meluas dengan kecepatan cahaya.

Tentu saja, ini baru sebatas teori di atas kertas dan belum dibuktikan secara nyata. ( Afif Khoirul M )

BACA JUGA : Mengalah untuk Menang, Taktik Jitu Pasukan Rusia Bikin Pasukan Napoleon Terjebak dalam Musim Dingin Moskow

Source : livescience.com
Penulis : Editorial Grid
Editor : Editorial Grid