Kejam! Ini 7 Cara yang Dilakukan Orang di Masa Lalu untuk 'Menyembuhkan' LGBT, dari Kekerasan hingga Wanita!

Masrurroh Ummu Kulsum

Penulis

Intisari-Online.com – Menjadi lesbian, gay, biseksual, atau transgender (LGBT), bagi beberapa orangdianggap tidak normal. Anggapan ini bahkan sudah ada sejak masa lalu.

Bahkan banyak LGBT yang terbunuh selama bertahun-tahun dan menghadapi penganiayaan di masa lalu.

Di masa lalu, banyakterapi pernah dilakukan untuk "menyembuhkan" orientasi seks kaum LGBT yang dianggap sebagai sebuah "kelainan".

Dilansir dari listverse.com, ini adalah cara yang dilakukan untuk "menyembuhkan" LGBT di masa lalu yang sialnya masih digunakan hingga saat ini.

(Baca juga:Ni Nengah Widiasih: Kalau Gagal, Ya, Coba Lagi! Kalau Jatuh, Ya, Bangun Lagi!)

(Baca juga: Ariel Sharon, Jenderal Israel Penjagal dari Beirut yang Meninggal Setelah 8 Tahun Koma)

1. Terapi setrum

Terapi setruman untuk sembuhkan homoseksua
Tahun 1970-an di AS, golongan gay dianggap sebagai gangguan mental. Bahkan American Psychiatric Association menganggapnya sebagai penyakit jiwa.

Banyak homoseksual menganggap dirinya sakit dan mencari pertolongan pada dokter.

Mereka ditunjukkan gambar-gambar yang dapat merangsang gairah homoseksual dan akan mendapat setruman.

Dasar psikologis digunakan agar otak tersugesti kenikmatan yang mereka rasakan berakibat pada kesakitan sehingga mereka tidak menyukainya lagi.

Setruman tersebut dipasang pada alat kelamin.

Metode tersebut banyak digunakan bahkan tersedia untuk penggunaan di rumah.

BACA JUGA:Karena Senyum adalah Ibadah, Maksimalkan dengan Bahan ini, Nomer 8 Biasa Kita Jadikan Lalapan !

2. Pengebirian

Tahun 1940-an menjadi saat terburuk bagi kaum LGBT.

Homoseksualitas dianggap sebagai penyakit jiwa, keluarga mengirimkan mereka yang menjadi homoseksual ke fasilitas psikiatri.

Homoseksual akan disembuhkan dengan metode castrations atau dikebiri.

Mereka juga menyetujui untuk melakukan hal tersebut.

BACA JUGA:1 dari 50 Orang Menderita Aphantasia, Apakah Anda Termasuk di Antaranya?

3. Obat penyiksaan

Penyembuhan dengan obat saat ini masih dilakukan.

Pada tahun 2017, fotografer Paola Paredes berhasil masuk ke salah satu klinik ini di Ekuador.

Dia menyaksikan banyak kengerian yang ditujukan pada pasien, termasuk perawatan sadis dengan obat-obatan terlarang.

Pasien akan dicekok dengan obat serta diperlihatkan gambar perangsang.

Harapannya adalah pasien akan mengasosiasikan gambar-gambar itu dengan rasa sakit dan penyiksaan, dan perasaan seksual akan mereda.

Metode ini telah dilakukan beberapa dekade.

BACA JUGA:Kasihan, Bayi Ini Terlahir Benar-Benar Seperti ‘Putri Duyung’, Jenis Kelaminnya Pun Belum Diketahui

4. Visualisasi

Terapi ini dilakukan dengan menggambarkan efek dari seseorang menjadi gay.

Pada 2011, mahasiswa pascasarjana MIT Samuel Brinton mengungkapkan terapi ini dilakukan.

Seorang ayah yang tahu anaknya Sam seorang gay memasukkan anaknya ke rumah sakit.

Mereka akan disugesti oleh dokter "Saya ingin anda tahu bahwa anda gay, dan semua orang gay memiliki AIDS".

BACA JUGA:Misteri Sungai Ouse yang Berubah Warna Biru dan Hijau Akhirnya Terungkap oleh Para Ahli

"Pemerintah telah membunuh setiap orang gay lainnya. Sam adalah satu-satunya yang tersisa, dan mereka akan mendatanginya berikutnya".

Terapisitu mulai menunjukkan gambar pada Sam, orang-orang yang sekarat karena AIDS.

Kini Sams mengakubersyukur karena bukan lagi seorang gay.

5. Lobotomi

Bedah saraf untuk sembuhkan homoseksua
Lobotomi adalah prosedur bedah saraf yang dilakukan untuk mengurangi efek gangguan mental seseorang.

Lobotomi menggunakan sayatan tidak menggunakan obat.

Varian dari cara ini adalah lobotomi es, pengeboran di tengkorak seseorang, kemudian menggunakan leukotome untuk menghilangkan zat putih dari otak.

BACA JUGA:Selain Segitiga Bermuda, Inilah 5 Tempat Paling Misterius di Dunia, Salah Satunya Ada di Indonesia

6. Pendekatan spiritual

Beberapa orang religius menganggap LGBT tidak wajar dan percaya bahwa orientasi seksual mereka bertentangan dengan tujuan Tuhan.

Beberapa individu percaya bahwa kecenderungan homoseksual disebabkan oleh setan.

Di Rusia orang LGBT dikunci di kamar berjam-jam.

Keluarga di Rusia membawa anaknya menghadiri acara keagamaan sambil di basahi dengan air suci dan didoakan.

Mereka dipaksa untuk minum air, kadang-kadang juga dipukuli untuk menjernihkan tubuh dan pikiran.

BACA JUGA:Sungguh Beruntung, Wanita Ini Berhasil Selamat Meski Lehernya Tertembus Besi Sepanjang 1,5 Meter

7. Memancing dengan wanita

Metode menggoda wanita cantik yang sedang berjalan atau menonton film dewasa.

Mereka mendorong pasien gay untuk terbuka pada wanita.

Semuanya dilakukan dalam upaya untuk menempa daya tarik wanita daripada laki-laki.

Ahli psikoterapi Rusia Yan Goland penggunaan teknik ini sebagai bentuk pengobatan.

Dia menunjukkan film dan majalah kepada pasiennya, mendorong mereka untuk terbuka pada wanita

Dokter menyuruh untuk mencari wanita di jalan dan berusaha menggodanya.

BACA JUGA:Perempuan Mesti Paham, Ini 10 Hal yang Terlintas dalam Pikiran Pria saat Berhubungan Seks

Artikel Terkait