Meski ‘Digital Native’, Gen Z Sangat Mementingkan Privasi di Media Sosial

  • Jumat, 20 Januari 2017 13:29 WIB

Meski ‘Digital Native’, Gen Z Sangat Privasi di Media Sosial | integratedlearningacademy.com

Intisari-Online.com - Generasi Z sudah mengenal dunia digital sejak anak-anak. Karena itulah, Gen Z sering dikenal sebagai penduduk asli dunia digital alias digital native.

(Generasi Z Memiliki Karier Lebih Baik dan Sangat Idealis)

Meski digital native dan aktif berselancar di media sosial, nyatanya gen Z sangat privasi terhadap sesuatu yang mereka posting di dunia maya, terutama mengenai hal-hal yang dapat menghambat kesuksesan mereka di masa depan. Berbeda dengan gen Y yang terlalu terbuka terhadap apa yang mereka posting.

Berdasarkan penelitian Center of Generational Kinetics, sebuah perusahaan riset di Austin, kelompok muda ini lebih menikmati kehidupan yang bersifat pribadi. Hal itu terlihat dari jejaring media sosial yang digunakannya, yakni Snapchat yang lebih bersifat pribadi dibandingkan dengan Facebook dan Twitter.

(Gizi yang Baik Penentu Calon Generasi Unggulan)

Hal ini juga diamini oleh Dan Gould, seorang konsultan tren di Sparks & Honey, sebuah biro iklan di New York. “Snapchat disukai karena lebih bersifat privasi, dengan setiap gambar maupun video yang mereka posting akan menghilang dalam rentang 24 jam,” kata Gould.

 “Mereka sadar bahwa privasi itu penting untuk membangun personal branding. Mereka melihat bahwa Gen Y telah mengacaukan hal itu dengan posting terlalu terbuka,” tambah Gould.

Gen Z juga diketahui lebih kreatif. Mereka memanfaatkan teknologi untuk mengetahui bakat yang mereka miliki. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Deep Focus, sebuah agensi digital pada 2015, menemukan, lebih dari 50% Gen Z menghabiskan waktu luang mereka untuk membangun keterampilan baru, seperti belajar desain grafis, produksi video, dan mengembangkan aplikasi.

(Hanya 17 persen Generasi Milenial di Jakarta yang Mampu Membeli Rumah)

Selain itu, menurut Sparks & Honeygen, Gen Z lebih peduli terhadap isu-isu sosial, seperti dampak ekonomi dan lingkungan. Sebanyak, 80% gen Z sadar akan dampak manusia terhadap planet ini. Tak heran, sebanyak 26% dari generasi Z yang berusia 16-19 tahun terjun menjadi relawan.

Sumber : ["majalah intisari edisi januari 2017"]

Reporter : Esra Dopita M Sidauruk
Editor : Ade Sulaeman

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×