Intisari-Online.com - Kate’s Hill asal Brisbane, Australia ini mengalami fenomena luar biasa. Dia tidak menyangka akan mengalami keajaiban saat menjalani kehamilannya. Ibu ini hamil lagi saat sedang hamil.
Sebelum kejadian ini, Sebenarnya, Hill bersama suaminya Peter sedang berjuang untuk hamil. Maklum, pada 2006 ia mengalami sindrom bernama PCOS (polycystic ovary syndrome). Sindrom ovarium polikistik ini merupakan kondisi terganggunya fungsi ovarium pada wanita yang berada di usia subur.
Kondisi ini menyebabkan hormon wanita yang menderita PCOS menjadi tidak seimbang karena hal-hal yang tidak diketahui. Akibat gangguan ini, Hill sulit mendapatkan momongan.
Akhirnya ia menjalani terapi hormon. Beruntung, terapi ini berbuah manis karena ia mendapatkan kehamilan yang didambakannya sejak lama.
Kenapa bisa? Memanhg, secara teori memang bisa. Namun, kejadian seperti ini sangat langka. Istilah kedokterannya adalah superfektasi.
Di dunia, kasus ini baru ditemukan pada 10 wanita hamil. Dalam buku Human Labour and Birth karangan Harry Oxorn dan William R. Forte yang diterjemahkan oleh Prof DR dr Mohamad Hakimi, SpOG (K) dijelaskan, superfektasi adalah istilah kedokteran, merujuk kondisi di mana seorang ibu yang sedang hamil bisa hamil lagi usai sperma dan sel telur yang berbeda lalu berhasil bersatu, kemudian bergabung bersama hasil konsepsi sebelumnya.
Sederhananya, saat senggama, jutaan sperma keluar, lalu salah satu sperma berhasil membuahi satu sel telur. Jutaan sperma sisanya masih tersimpan di dalam rahim. Nah, beberapa hari berikutnya, sel telur keluar lagi dari dalam rahim, satu sperma itu berhasil membuahi sel telur lagi, sehingga terjadi superfektasi.
Jadi, dalam superfektasi, kehamilan kembar didapat dengan sekali senggama atau hubungan intim.
Juga berbeda dengan kehamilan kembar. Kembar terjadi ketika satu sel telur dibuahi, lalu terbagi menjadi dua. Berbeda dengan superfektasi, kehamilan kembar memiliki usia pembuahan yang relatif sama.