Beginilah Cara ISIS Menjadikan Para Perempuan sebagai Komoditas dan Budak Seks di Timur Tengah

Afif Khoirul M Senin, 10 September 2018 | 16:30 WIB
Foto Ilustrasi Budak Seks ISIS (Unbelieve Fact)

Intisari-online.com - Sebagai kelompok militan paling berbahaya ISIS merupakan ancaman di Timur Tengah.

Mereka menebar terror hingga menculik penduduk yang kemudian mereka jadikan budak.

Mereka, kebanyakan gadis-gadis baik yang masih muda maupun yang sudah matang, diculik setelah dipaksa berdiri di dinding sementara para pria meraba-raba dada mereka.

"Jika dia memiliki payudara, maka dia 'sudah siap' untuk diperkosa," kata seorang korban Yazidi dikutip dari New York Post.

“Jika dia tidak memiliki payudara, mereka menahannya di sana selama tiga bulan dan kembali untuk melihat apakah telah tumbuh (payudaranya), sementara itu mereka kembali datang untuk memastikan apakah mereka sudah 'siap' diperkosa," tambahnya.

Baca Juga : Seram! Kota Paling Berbahaya di Dunia Ini Lokasinya Tak Jauh dari Indonesia

Ribuan gadis lain yang berasal dari Irak dan Suriah juga mengalami tindakan yang sama, mereka diculik dan dijadikan budak.

Pengalam dan kisah getir ini diceritakan oleh Nikita Malik dari Henry Jackson Society melalui News.com.au.

Perbudakan seks telah menjadi komoditas yang menguntungkan bagi kelompok militan ISIS, Boko Haram, hingga Al-Shabaab dalam beberapa tahun terakhir.

Pada mulanya, orang-orang yang diculik telah mendorong sebuah pasar yang berkembang, di mana skema penebusan dilakukan untuk mendapatkan keuntungan.

Source : news.com.au,newyorkpost
Penulis : Afif Khoirul M
Editor : Moh. Habib Asyhad