Ketika Orang Lain Ingin Bekerja di Kantor, Ibu 2 Anak Ini Pilih Bekerja Sebagai Pembersih TKP dan Mayat

Khena Saptawaty Senin, 27 Agustus 2018 | 12:45 WIB
Brea menjadi pembersih forensik secara tidak sengaja. ()

Intisar-Online.com – Ketika kebanyakan orang meninggalkan rumah untuk bekerja, mereka memulai rutinitas di sebuah lingkungan yang stabil.

Mereka bekerja di dalam sebuah kantor, gedung pemerintah, restoran, toko atau proyek bangunan.

Tidak demikian halnya dengan Brea Marshall dari Gold Coast, Queensland, Amerika Serikat.

Ibu dua anak berusia 34 tahun itu pergi bekerja di tempat yang sangat tidak biasa, yaitu tempat kejadian perkara (TKP) dan kematian.

Baca juga: Senapan Serbu SS1-V2, Senjata Andalan Satreskrim Polri yang Bikin Nyali para Preman 'Runtuh'

Itu karena profesi Brea adalah seorang pembersih trauma forensik. Ia akan menjadi orang pertama di lokasi setelah sebuah kematian.

Ia bertugas menilai kerusakan, berurusan dengan seseorang yang patah hati, dan secara harafiah membersihkannya setelah malapetaka itu.

Wanita itu bercerita bagaimana ia memulai bisnis keluarga menjadi penyedia layanan yang sukses besar.

Diawali ketika ayahnya terkena stroke, membuat Brea meninggalkan pekerjaanya untuk mengambil alih jalannya bisnis pembersihan dan perbaikan karpet milik ayahnya.

Semula hal itu hanya untuk sementara saja, tetapi dengan cepat ia menyadari tidak ada dua hari yang sama, karena bisnis menjadi berkembang dengan cepat.

Penulis : Khena Saptawaty
Editor : Mentari Desiani Pramudita