Advertorial

Bukan Orang Sakti, yang Bisa Melepaskan Kutukan adalah Diri Kita Sendiri

Moh Habib Asyhad

Editor

Dampak kutukan, sebagaimana telah terekam sejak dulu, sesungguhnya bersifat psikosomatik.
Dampak kutukan, sebagaimana telah terekam sejak dulu, sesungguhnya bersifat psikosomatik.

Intisari-Online.com – Dampak negatif sebuah kutukan bisa segera berhenti jika korban meyakini bahwa dia telah terlepas daripadanya.

Hal itu menunjukkan bahwa dampak kutukan, sebagaimana telah terekam sejak dulu, sesungguhnya bersifat psikosomatik.

(Baca juga:Kutukan Menghantui Perjalanan Kapal Hoodoo Hinemoa)

Peristiwa selanjutnya terjadi di Australia seputar tahun 1919, dilaporkan kelak oleh Dr. S. M. Lambert ketika dia terikat dengan International Health Division dari Rockefeller Foundation.

Sebuah contoh pembalikan yang dramatis.

Sebuah Misi di Mona Mona, Queensland Utara terdapat berbagai suku bangsa yang kemudian berpindah agama.

Namun, di luar Misi ada sekelompok orang yang tidak berpindah keyakinan termasuk Nebo, seorang dukun sihir ternama.

Pembantu kepala misionari di situ adalah Rob, seorang penduduk asli yang sudah berpindah keyakinan.

Ketika Dr. Lambert tiba di Misi, dia mengetahui bahwa Rob merasa stres dan karena itu ingin diperiksa.

Dr. Lambert kemudian memeriksanya dan tidak menemukan adanya demam, atau keluhan rasa sakit, tidak ada gejala atau pertanda adanya penyakit.

Namun, dokter itu merasa terkesan melihat adanya tanda-tanda yang jelas bahwa Rob sakit keras dan kondisinya sangat lemah.

Dia pun mengetahui kemudian bahwa Rob pernah ditunjuk Nebo dengan tulang dan karena itu dia yakin harus mati.

(Baca juga:Benalu, Tumbuhan ‘Terkutuk’ yang Tak Tahu Malu tapi Andal Obati Alergi dan Kanker)

Dr. Lambert serta rombongannya kemudian menghampiri Nebo, mengancamnya dengan keras bahwa pasokan makanannya akan dihentikan jika terjadi sesuatu pada Rob.

Mereka pun akan diusir dari Misi. Nebo pun setuju dan pergi bersama mereka melihat Rob.

Setelah melihat Rob, dia mengatakan bahwa itu suatu kesalahan, sekedar lelucon, dan dia mengaku tidak pernah menunjukkan tulang ke arahnya.

Dr. Lambert bersaksi, bahwa segera sesudahnya, Rob kembali bekerja, merasa tenang, dan kesehatan fisiknya segera pulih kembali.

Artikel Terkait