Intisari-Online.com – Bagaimana membuktikan keberadaan misteri bola api itu? Kalau ingin menyaksikan bola cahaya yang ajaib itu, Anda bisa mengadu untung ke Hornet Spodklight Road, sebuah jalan terpencil sekitar 20 km di barat daya Kota Joplin, Missouri, AS. Di dekatnya ada tempat yang dijuluki "Devil's Promenade", tempat setan berjalan-jalan. Sejak 1866 di Spooklight sering muncul bola cahaya sebesar bola basket atau lebih besar lagi.
Seorang penduduk Miami, Oklahoma, Steve Hale merasa penasaran dan menyatroni tempat itu beberapa kali. Bulan Juli 1998 ia berhasil memergokinya.
Biasanya bola itu menggelinding cepat di tengah jalan berkerikil, lalu naik, melompat-lompat, dan melesat ke kanan-kiri. Kelihatannya seperti lentera besar, tapi tidak ada yang membawanya.
Cahaya itu pernah muncul dalam kendaraan-kendaraan, tetapi menjauh kalau dikejar. Tidak seorang pun pernah dicederainya. Cuma saja orang takut lewat di, jalan itu pada malam hari, sebab si bulat terang bisa muncul dengan tiba-tiba. Tentu saja pelbagai dongeng timbul seputar bola itu.
Sudah lama cahaya itu diteliti, dikejar, dipotret, dan bahkan ditembak. Tapi hasilnya nihil.
Apakah cahaya itu gas rawa? Tampaknya bukan, sebab angin kencang pun tidak mengganggunya. Mineral bercahaya dari tambang-tambang di daerah itu? Patut disangsikan juga karena munculnya tidak selalu di tempat yang sama. Bidang magnet yang terbentuk di tempat terjadi gempa dan pergerakan tanah? Barangkali. Tahun 1811 - 1812 empat gempa bumi memang memorak-porandakan kawasan ini. Keberadaannya baru dilaporkan setelah jumlah penduduknya berkembang sekitar zaman Perang Saudara.
Ada orang yang yakin kalau cahaya itu pantulan lampu mobil yang lewat di jalan bebas hambatan sekitar 8 km sebelah timur Devil's Promenade. Namun, bola itu dilaporkan sudah muncul sejak 1866. Mana ada jalan bebas hambatan dan mobil lalu-lalang waktu itu?
Spooklight bukan satu-satunya tempat bola bercahaya muncul di AS. Masih banyak tempat lain. Pemilik bar dan hotel sering memanfaatkannya untuk menarik turis.
Di Wet Mountain Valley di Colorado dikatakan cahaya ajaib muncul hampir setiap malam sejak lebih dari 100 tahun yang lalu. Tempatnya di ... kuburan!
Wartawan New York Times khusus datang ke pemakaman Silver Cliff pada 1967 untuk menyaksikannya dengan mata kepala sendiri. Dua tahun kemudian giliran Edward J.Linehan, asisten editor National Geographic ke sana ditemani penduduk Westcliffe bernama Bill Kleine.
Mereka tiba di pemakaman saat hari sudah gelap. Linehan melihat "bercak-bercak cahaya suram berwarna biru keputihan" di atas setiap makam. Ketika ia mendekat, cahaya itu lenyap lalu perlahan-lahan muncul lagi. Ia menyorotkan lampu senternya. Yang kelihatan cuma batu nisan. Lima belas menit lamanya mereka main kucing-kucingan dengan cahaya itu di antara makam-makam.
Linehan mengumpulkan teori-teori, tetapi satu demi satu gugur. Ada yang mengira cahaya itu dikeluarkan oleh bijih beradioaktif. Tetapi ketika diuji dengan geiger counter, ternyata di seluruh kawasan itu tidak ditemukan radioaktif.
Dugaan bahwa ada penipu yang memberi cat pada nisan-nisan juga tidak terbukti. Tidak mungkin pula cahaya itu dikeluarkan gas dari jenazah yang membusuk sebab sejak pergantian abad ini tidak ada lagi jenazah dikuburkan di sana.
Ada yang menyatakan bahwa cahaya itu timbul sebagai "efek khusus" cahaya lampu merkuri pada sisi bukit. Kenyataannya, cahaya itu ada sebelum instalasi lampu dipasang dan tetap ada saat beberapa kali aliran listrik mati.
Sudah banyak peristiwa ajaib bisa dijelaskan secara ilmiah. Namun, bola cahaya sampai sekarang masih merupakan fenomena yang belum bisa diterangkan secara rasional, walaupun sudah dilaporkan lebih dari 1.000 tahun yang lalu, yaitu ketika St. Gregorius (538 - 593) dari Tours menyaksikan dengan kaget dan terheran-heran sebuah bola api yang cemerlang dan menyilaukan muncul di atas iring-iringan orang, termasuk sejumlah pembesar, yang akan meresmikan sebuah tempat ibadat.
--
Tulisan ini pernah dimuat di Rubrik Maya Intisari edisi Juli 1999, dengan judul asli Bola Api Pembawa Petaka.