Intisari-Online.com – Seorang pria akan pergi dari kampung halamannya. Tapi ia melakukan seolah-olah ia akan pergi selamanya.
Seseorang bertanya bertanya pada pria itu, “Mengapa Anda mengucapkan selamat tinggal seperti itu? Anda hanya akan mengunjungi beberapa negara, mungkin Anda akan melakukan perjalanan selama beberapa tahun, tapi setelah itu Anda akan kembali ke sini, ke kampung halaman Anda. Bukankah demikian?”
Pria itu menjawab, “Karena saya meninggalkan tidak pada kehendak bebas saya, dan setiap hari menghabiskan di luar negeri akan sangat sulit bagi saya.”
Dan pria itu meninggalkan kampung halamannya selama beberapa tahun, mengunjungi beberapa negara, dan setiap negara yang tidak dikenal dan asing baginya. Dan ketika ia kembali ke negaranya sendiri, ternyata negaranya sudah berubah begitu banyak setelah melewati beberapa tahun, dan akhirnya menjadi asing baginya.
Sementara, orang lain akan pergi dari kampung halamannya selamanya. Tapi ia santai saja, tidak mengucapkan selamat tinggal kepada siapapun.
Seseorang bertanya, “Mengapa Anda meninggalkan dengan begitu santainya? Anda ‘kan akan meninggalkan kampung halaman ini selamanya.”
Orang itu menjawab, “Karena saya tidak bisa tinggal lebih lama di negeri itu, itu terlalu sulit bagi saya. Dan setiap hari dihabiskan di negara lain akan menjadi sukacita bagi saya.”
Orang itu bepergian selama beberapa tahun, mengunjungi beberapa negara, dan setiap negara dekat dan akrab dengannya. Tapi suatu hari ia kembali ke negaranya. Dan selama beberapa tahun ditinggalkannya ternyata negaranya berubah begitu banyak hingga tak dikenalinya, orang itu mengatakan, “Akhirnya, saya menemukan negara yang saya cari sepanjang waktu!”
Bagaimana kita memandang suatu masalah, akan membuat kita bagaimana menyikapi masalah tersebut.