Intisari-Online.com - Jangan menilai buku dari sampulnya. Pepatah ini cocok untuk menggambarkan sosok warung makan Mak Beng di Sanur Bali. Dari tampilannya, warung ini sederhana. Penyajian makanannya juga begitu. Akan tetapi soal kelezatan rasa, dijamin jempolan. Alias tak sederhana.
Di teras luar ada dua buah meja kayu panjang plus bangkunya. Kombinasi ini dapat menampung sekitar 10 pengunjung. Di dalam warung ada beberapa meja petak namun hanya dapat memuat sekitar empat orang saja. Sebagai bukti kesohoran warung ini, di dinding warung terdapat foto-foto para pesohor yang pernah makan di warung ini.
Warung yang didirikan Mak Beng pada 1941 ini terkenal dengan sup kepala ikannya. Dengan racikan bumbu Bali yang kaya rempah, Mak Beng menjadikan ikan jangki terasa begitu segar dan kesat. Jauh dari aroma amis. Kelezatan itu dilengkapi dengan rasa gurih ikan jangki goreng plus dengan cocolan sambal terasi yang mantap!
Sup kepala ikan dijual sepaket dengan ikan goreng plus sambal. Menu tambahan lain adalah telur ikan goreng. Saya dulu begitu suka dengan telur ikan ini ketika makan siang di warung padang dekat kantor. Makanya begitu ada telur ikan goreng maka langsung saya pesan. Hanya saja, terkadang telur ikan ini terbatas sehingga tak selamanya ada.
Suapan sup kepala ikan tanpa santan itu langsung menyegarkan tenggorokan. Terlebih ditambah beberapa potong irisan ketimun. Sambal yang menjadi teman ikan goreng terasa pedas di mulut saya sehingga saya abaikan. Toh tanpa sambal pun terasa lezat juga ikan gorengnya.
Warung Mak BengJln. Hang Tuah No. 45, SanurBali