Advertorial
Intisari-Online.com - Tepuk tangan menggema di Lapangan Gaspa, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, pagi itu.
Aksi para peterjun payung dari Kesatuan Brigadir Infanteri Para Raider 3 di langit membuat warga dan hadirin kagum.
Satu per satu para peterjun payung mendarat.
Namun, ketika seorang prajurit TNI bernama Kopda Joni Ambuang mendarat, sekali lagi para hadirin dibuat terpukau.
(Baca Juga:Masih Ingat dengan Raeni si Anak Tukang Becak yang Jadi Wisudawati Terbaik? Ada Kabar Baik Datang darinya)
(Baca Juga:Pegawai Maskapai Penerbangan Bocorkan 8 Trik Jitu untuk Dapatkan Tiket dengan Harga Supermurah! Yuk, Dicoba!)
Sambil membawa parasutnya yang belum dilipat, Kopda Joni berjalan ke salah satu sudut lapangan.
Di tengah-tengah langkahnya, seseorang memberikan sesuatu kepadanya lalu dia sembunyikan di balik parasutnya.
Kopda Joni terus berjalan. Senyum tersungging terus di wajahnya sepanjang berjalan.
Dia lalu menghampiri seorang perempuan berseragam putih.
Lalu dari balik parasutnya, dia mengeluarkan sebuah buket bunga.
Rangkaian bunga berwarna biru, kuning dan putih itu lalu diserahkannya kepada perempuan itu sambil berlutut dengan satu kaki di depannya.
Perempuan itu, Ertyn Pakinja, langsung menyambut buket bunga yang diberikan Kopda Joni.
Wajahnya tersipu saat memandang Kopda Joni yang tengah berlutut di depannya.
(Baca Juga:Hidup Borju dari Hasil Menipu: Menengok Kisah Hidup Angela Lee, Cak Budi, hingga Anniesa Hasibuan)
Hari itu, 15 Februari 2018 pagi, seusai mendarat dari terjun payung, di depan ratusan orang yang tumpah ruah dan para komandannya di Lapangan Gaspa, Kopda Joni resmi melamar kekasihnya.
Gemuruh sorak sorai dan tepuk tangan, terutama dari para perempuan yang ada di lapangan, terdengar silih berganti.
Mereka yang persis berada di sekeliling Kopda Joni dan Ertyn pun sigap mengabadikan momen itu dengan kamera ponsel masing-masing.
"Untuk rencana pernikahan kami rencanakan 14 April 2018. Harapannya, semoga berjalan lancar, enggak ada halangan. Semua itu saya serahkan kepada Tuhan yang Maha Kuasa," kata Kopda Joni saat diwawancarai setelah momen romantis itu.
Sementara itu, Ertyn masih tersipu saat ditanyai perasaannya dilamar di depan banyak orang.
"Saya sangat senang, terharu dan agak gugup juga. Saya dilamar di depan umum usai melaksanakan terjun payung," kata perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai perawat di Puskesmas Lam Asi, Kabupaten Luwu, itu. (Caroline Damanik)
(Baca Juga:Setelah Berjam-jam Bedah Tengkorak, Dokter Ini Baru Sadar Telah Operasi Pasien yang Salah)
Berikut videonya:
(Artikel ini sudahtayang di Kompas.com dengan judul "Aksi Romantis Prajurit TNI, Lamar Kekasih setelah Mendarat dari Terjun Payung")