Mengenang 11 September yang Mengerikan, Runtuhnya Menara Kembar, dan Keterkaitan Osama bin Laden

Afif Khoirul M Selasa, 11 September 2018 | 06:30 WIB
tragedi 9/11 (Kompas Internasional)

Baca Juga : Mengaku Gubernur Bank, Pria Ini Berhasil Menjambret Uang Rp3,6 Triliun, Rupanya Ini yang Dijanjikan

Ketika jutaan warga AS belum mengerti tentang apa yang terjadi di WTC, pesawat American Airlines Flight 77 berputar mengitari Washington D.C, sebelum akhirnya menabrak sisi barat markas besar militer Pentagon, pada 9.45 pagi.

Bahan bakar jet dari Boeing 757 menyebabkan ‘neraka kehancuran’ -- mengarahkan pada runtuhnya bangunan beton raksasa yang juga menjadi markas Departemen Pertahanan AS.

Ada sekitar 125 personel militer dan warga sipil yang terbunuh di Pentagon akibat serangan tersebut. Sementara korban tewas dari pesawat mencapai 64 orang.

Menara kembar runtuh

Kurang dari 15 menit setelah serangan Pentagon, horor di New York kembali terjadi. Menara selatan WTC yang sebelumnya ditabrak pesawat, runtuh dan tumbang ke permukaan tanah. Menciptakan awan debu raksasa.

Struktur baja dari gedung pencakar langit yang bisa menantang angin dengan kecepatan 200 mil tersebut, pada akhirnya tidak mampu menahan panas luar biasa yang dihasilkan oleh bahan bakar.  

Pukul 10.30 pagi, menara utara menyusul kembarannya dan ikut runtuh.

Hanya enam orang di gedung WTC yang berhasil selamat dari bencana itu. Sekitar 10 ribu orang mengalami luka yang cukup parah.

Flight 93

Source : national geographic indonesia
Penulis : Afif Khoirul M
Editor : Moh. Habib Asyhad