Inilah Khaibar-1, Roket Andalan Militan Hamas Palestina yang Kerap Bikin Tentara Israel Kalang Kabut

Intisari Online Senin, 10 September 2018 | 18:00 WIB
Khaibar-1, roket andalan Hamas untuk menyerang Israel. (militaryedge.org)

Gempuran roket Hamas dari jalur Gaza ke wilayah Israel mungkin saja merupakan cara paling tepat untuk meneror Israel. Pasalnya serangan-serangan yang mengedepankan pasukan tempur secara gerilya dan serbuan frontal selalu bisa dimentahkan oleh militer Israel.

BIKIN PENING

Roket Qassam sebenarnya mudah ditangkis, misalnya dengan rudal penangkis rudal Patriot.

Tapi itu tidak sepadan mengingat mahalnya harga satu rudal Patriot.

Militer Israel akhirnya menggelar sistem pertahanan udara antiroket Hamas, Iron Dome Missile Defense Syatem, tapi sistem itu tetap saja kurang efektif.

Dari 1.000 roket yang diluncurkan Hamas, hanya 201 roket yang bisa dihancurkan di udara. Militer Israel memang tidak mau menganggap enteng ancaman roket-roket Hamas.

Apalagi berdasar hasil penyelidikan intelijen Mossad, pejuang Hamas terus meningkatkan kemampuan roketnya dengan cara mengembangkan atau mendapatkan roket dan rudal secara rahasia dari perbatasan Mesir.

Baca Juga : Mengaku Gubernur Bank, Pria Ini Berhasil Menjambret Uang Rp3,6 Triliun, Rupanya Ini yang Dijanjikan

Maklum Gaza berbatasan lansung dengan Mesir dan telah banyak terowongan rahasia yang dibangun baik untuk menyelundupkan logistik pangan, manusia maupun persenjataan.

Hasil dari peningkatan kemampuan roket Hamas juga sudah tampak karena hampir semua roket Hamas selalu jatuh di ibu kota Israel, Tel Aviv dan kota penting Jerusalem.

Sebelum roket menghantam sasaran hanya ada waktu satu menit bagi warga Israel untuk mencari tempat perlindungan sehingga kemungkinan untuk jadi korban ledakan roket sangat besar.

Tak ada pilihan lain bagi militer Israel kecuali melancarkan serangan militer berskala besar untuk melumpuhkan pangkalan roket-roket Hamas di Jalur Gaza.

Sejumlah operasi militer berskala besar antara lain Operation Protective Edge terus dilancarkan hingga saat ini (2015) .

Tapi operasi militer Israel justru makin meningkatkan serangan roket Hamas yang tidak hanya diluncurkan dari Jalur Gaza tapi juga dari Dataran Tinggi Golan, Suriah.

Sejak diluncurkan dari tahun 2001, lebih dari 15.000 roket dan mortir telah menghantam sejumlah wilayah Israel dengan korban tewas lebih dari 20 orang.

Tapi karena pangkalan roket Hamas yang hanya merupakan semacam bengkel rumahan itu bisa cepat dipindahkan, serangan militer Israel yang menitikberatkan serangan udara lebih banyak menghantam sasaran warga sipil dibandingkan pangkalan roket Hamas.

Akibatnya, serangan balasan Israel hanya menimbulkan tragedi kemanusiaan dan memaksa PBB harus turun tangan.

Seperti biasa ikut campur tangannya PBB akan menghentikan gempuran Israel untuk sementara. Tapi konflik bersenjata sewaktu-waktu akan meletus lagi sebelum Israel mengembalikan semua wilayah jajahan di bumi Palestina.

Apalagi pada Desember 2017 Israel secara sepihak telah memindahkan ibukotanya ke Jerusalem sehingga memicu kemarahan dan reaksi keras dari negara-ne

Penulis : Intisari Online
Editor : Moh. Habib Asyhad