Makan Siang Bersama di Sekolah Jepang Ternyata Menyimpan 'Rahasia' Besar

K. Tatik Wardayati Minggu, 9 September 2018 | 11:30 WIB
()

Ini berarti sepertiga dari harga makanan yang sama di sebuah restoran biasa.

Keluarga yang tidak mampu untuk membayar makan siang tambahan itu  diberi subsidi.

Anggaran untuk tahun fiskal 1980 bagi program makan siang sekolah berjumlah 75,6 milyar yen (sekitar Rp 204,12 milyar) jumlah ini termasuk beras dengan harga 60% dari harga pasar dan susu dengan harga yang murah.

Ada sekolah yang mempunyai dapurnya sendiri, tetapi ada juga dapur yang menyediakan  makanan untuk beberapa sekolah.

Karyawan yang bertugas untuk mempersiapkan dan mengontrol makan siang sekolah itu ialah ahli gizi, dan koki. Seperti para pendidik mereka mendapat separuh dari gajinya dari Pemerintah.

Biarpun program ini sudah maju pesat toh masih ada kekurangannya.

Misalnya makanan itu kurang lezat dan banyak. Sekarang makanan itu masih makanan standar.

Baca Juga : 'Karang Bunuh Diri', Tempat Ribuan Tentara Jepang Bunuh Diri karena Malu Setelah Kalah Perang

Seharusnya lebih banyak diperhatikan bahan makanan yang sedang musim dan gizinya  lebih seimbang. Ruang makan juga belum semua seperti yang diharapkan.

Makan siang itu terutama terdiri dari roti dan susu seperti waktu dimulai selesai perang.

Waktu itu Jepang masih kekurangan makan dan makan siang di sekolah masih sangat tergantung pada bantuan luar negeri.

Mereka sekarang juga sedang, berusaha untuk lebih banyak memasukkan menu beras.

Masih  banyak yang harus diperbaiki.

Gambar-gambar akan memberi keterangan lebih lengkap mengenai program ini.

Meski begitu, program ini terbukti sukses. Jika dulu sebelum era orang jepang terkenal bertubuh pendek, sekarang mayoritas berbadan tinggi besar.

Baca Juga : Dari Piala Dunia, Asian Games, Hingga Ibadah Haji, Aksi Bersih-bersih Orang Jepang Benar-benar Patut Diteladani

Source : intisari
Penulis : K. Tatik Wardayati
Editor : Yoyok Prima Maulana